Kenapa Awal Puasa Bisa Berbeda? Ini Penjelasan Ilmiah dan Agamanya

Minggu 15-02-2026,08:26 WIB
Reporter : Risto Risanto
Editor : Risto Risanto

JAKARTA, DISWAY.ID - Tahukah kamu? Awal bulan puasa tidak ditentukan oleh kalender biasa dan bukan juga sekadar perkiraan.

Penentuannya dilakukan melalui pengamatan langit dan perhitungan sains yang sangat akurat.

Jadi karena itulah menentukan datangnya Ramadan bukan perkara sederhana. Di sinilah ilmu agama dan sains saling bertemu.

Dalam Islam, penentuan awal bulan mengikuti peredaran bulan, bukan peredaran matahari.

Itulah sebabnya kalender Islam berbeda dengan kalender yang kita gunakan sehari-hari.

BACA JUGA:Simulasi Tabel KUR BRI 2026 Pinjaman hingga Rp100 Juta, Cek Cara Ajukan Pencairannya!

Awal bulan baru dimulai saat munculnya hilal, yaitu bulan sabit tipis yang terlihat setelah matahari terbenam.

Untuk mengetahuinya, ada dua cara utama yang digunakan hingga sekarang.

Cara pertama disebut rukyat. Rukyat berarti melihat langsung hilal di langit. Pada tanggal 29 bulan Syakban, langit diamati dari berbagai titik di Indonesia.

Jika hilal terlihat, maka keesokan harinya umat Islam mulai berpuasa.

Namun jika belum terlihat, bulan Syakban digenapkan menjadi 30 hari dan puasa dimulai sehari setelahnya.

Cara ini sesuai dengan ajaran Nabi yang menganjurkan berpuasa setelah melihat hilal.

BACA JUGA:96 Titik Lokasi Pemantauan Hilal Sidang Isbat Awal Puasa 2026, Ini Jadwalnya!

Cara kedua disebut hisab. Hisab adalah metode menghitung posisi bulan menggunakan ilmu astronomi.

Dengan perhitungan ini, para ahli dapat mengetahui posisi bulan, ketinggiannya, serta kemungkinan apakah hilal bisa terlihat atau tidak.

Kategori :