JAKARTA, DISWAY.ID - Kasus penipuan online semakin marak terjadi, terutama melalui metode phishing dan smishing.
Banyak korban tidak sadar telah membagikan data pribadi, password, hingga informasi kartu kredit kepada pelaku kejahatan siber.
Oleh karena itu, memahami cara kerja modus penipuan digital ini sangat penting untuk menjaga keamanan data kita.
Apa Itu Phishing?
Phishing adalah metode penipuan online yang bertujuan mencuri data sensitif seperti nama lengkap, password, PIN, hingga informasi kartu kredit.
Dalam praktiknya, pelaku phishing biasanya menyamar sebagai pihak terpercaya seperti bank, marketplace, atau perusahaan resmi.
BACA JUGA:Kejahatan Crypto Naik 145%, Modus Phishing hingga Pencucian Uang Kian Marak
Modus phishing paling sering ditemukan dalam bentuk email palsu. Email tersebut biasanya berisi pesan mendesak seperti:
- “Akun Anda akan diblokir”
- “Segera ganti password”
- “Transaksi mencurigakan terdeteksi”
Pesan dalam email phishing biasanya menyertakan tautan berbahaya. Ketika diklik, korban akan diarahkan ke website palsu yang tampilannya sangat mirip dengan situs resmi.
Di sinilah pelaku menjalankan teknik social engineering untuk mengelabui korban agar memasukkan data pribadi.
Apa Itu Smishing?
Smishing adalah bentuk phishing melalui SMS atau pesan teks. Jika phishing menggunakan email, maka smishing memanfaatkan pesan singkat untuk menipu korban.
Pelaku smishing biasanya mengirimkan SMS yang mengatasnamakan bank, ekspedisi, atau instansi tertentu. Isi pesan smishing sering kali bersifat personal karena dikirim langsung ke nomor ponsel korban.
Contoh modus smishing:
- Notifikasi paket tertahan
- Informasi rekening bermasalah
- Hadiah undian palsu
- Permintaan verifikasi akun
Karena dikirim ke nomor pribadi, smishing sering terasa lebih meyakinkan dibanding email phishing. Inilah yang membuat banyak korban kurang waspada terhadap penipuan digital jenis ini.
Perbedaan Phishing dan Smishing
Meskipun sama-sama termasuk kejahatan siber, ada perbedaan mendasar antara phishing dan smishing:
- Phishing menggunakan media email, website palsu, atau telepon.
- Smishing menggunakan SMS atau pesan teks.
- Phishing cenderung menyasar banyak orang sekaligus.
- Smishing terasa lebih personal karena dikirim langsung ke nomor ponsel.