JAKARTA, DISWAY.ID - Barongsai identik dengan perayaan Imlek.
Dalam budaya Tiongkok, singa melambangkan kekuatan, kebijaksanaan, dan keunggulan.
Dilansir dari China Daily, orang-orang menampilkan barongsai pada festival Tiongkok atau acara besar untuk membawa keberuntungan dan mengusir roh jahat.
Barongsai adalah salah satu tradisi terpenting saat Tahun Baru Imlek.
Tarian ini dipentaskan untuk membawa kemakmuran dan keberuntungan pada tahun yang akan datang. Selain itu, tari barongsai juga menjadi cara untuk menciptakan suasana meriah dan menghadirkan kebahagiaan.
BACA JUGA:5 Lokasi Nonton Barongsai di Bandung saat Imlek 2026 Gratis, Yuk Ajak Keluarga
Kostum Barongsai
Barongsai Tiongkok dimainkan oleh dua “penari” yang berada di dalam satu kostum singa, mirip seperti kuda dalam pertunjukan pantomim.
Para penampil menjadi tubuh singa: yang berada di depan menggerakkan kepala dan kaki depan, sedangkan yang di belakang menggerakkan bagian punggung dan kaki belakang.
BACA JUGA:10 Event Imlek 2026 di Jakarta, Banyak Pertunjukan Barongsai Gratis untuk Anak-Anak
Kaki para penampil mengenakan kostum dengan warna yang sama seperti tubuh singa, dan terkadang kostumnya memanjang hingga ke sepatu yang berbentuk serta berwarna seperti cakar singa.
Kepala singa biasanya berukuran besar dan menyerupai naga, seperti banyak patung singa batu di Tiongkok.
Dengan mengenakan kostum singa dan diiringi musik tabuhan drum, benturan simbal, serta dentuman gong, tari barongsai menirukan berbagai gerakan singa atau menunjukkan kelincahan seni bela diri, tergantung pada gayanya.
BACA JUGA:4 Lokasi Nonton Pertujukan Barongsai di Bogor saat Imlek 2026, Gratis untuk Umum
Gaya Gerakan Barongsai
Meskipun semua tari barongsai menggunakan kostum yang serupa, dalam perkembangannya yang panjang, tari ini terbagi menjadi dua gaya utama: gaya selatan dan gaya utara.
Barongsai Selatan
Barongsai selatan berasal dari Guangdong dan merupakan gaya yang populer di Hong Kong, Makau, serta kampung halaman perantau Tionghoa di luar negeri.