Bitcoin Anjlok 50%, Ini 5 Cara Aman Trading Derivatif Saat Market Babak Belur
Head of Product Marketing PINTU Iskandar Mohammad mengungkapkan, trading derivatif crypto tidak hanya soal mengejar potensi keuntungan, tapi juga tentang bagaimana seorang trader perlu mengontrol dan mengantisipasi risiko.--PINTU
JAKARTA, DISWAY.ID - Pasar crypto tengah berada dalam tekanan setelah Bitcoin (BTC) terkoreksi hampir 50% dari level tertinggi sepanjang masanya di kisaran USD 126.210 pada Oktober 2025 ke area USD 68.000 per pertengahan Februari 2026.
Di tengah volatilitas yang tinggi dan gelombang likuidasi miliaran dolar, trader dituntut tidak hanya mencari peluang, tetapi juga memperketat manajemen risiko.
Trading derivatif crypto pun menjadi salah satu alternatif strategi, asalkan dibarengi dengan pengelolaan risiko yang disiplin dan terukur.
BACA JUGA:Kejahatan Crypto Naik 145%, Modus Phishing hingga Pencucian Uang Kian Marak
Untuk mendukung strategi trading sambil tetap meminimalisir risiko pengguna, Pintu Futures, menyediakan lima fitur unggulan bagi pengguna Pintu Futures yaitu, Take Profit dan Stop Loss, Adjustable Leverage hingga 25x, Price Protection, Initial Margin Buffer, dan Stop Order. Produk trading derivatif aset crypto milik PT Pintu Kemana Saja (PINTU) ini telah terdaftar dan diawasi resmi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Head of Product Marketing PINTU Iskandar Mohammad mengungkapkan, trading derivatif crypto tidak hanya soal mengejar potensi keuntungan, tapi juga tentang bagaimana seorang trader perlu mengontrol dan mengantisipasi risiko.
"Sepanjang 2025 kami terus menghadirkan fitur inovatif untuk mendukung manajemen risiko trading derivatif, yang sekarang semuanya sudah bisa dimaksimalkan oleh pengguna Pintu Futures,” jelasnya.
BACA JUGA:Tokocrypto Catat Pertumbuhan Signifikan, Perkokoh Stabilitas Bisnis
Manajemen risiko di Pintu Futures kini lebih mudah dengan fitur Take Profit dan Stop Loss untuk pengaturan target profit dan batas rugi otomatis.
Trader juga bisa menggunakan Adjustable Leverage untuk menyesuaikan tingkat leverage, dari 1x hingga 25x, sesuai dengan strategi dan profil risiko setiap trader.
Ketiga, ada Price Protection yang dapat melindungi posisi dari slippage yang ekstrem saat market sedang volatil yang bisa diatur tingkat toleransinya seperti 0,2%, 1%, atau 2,5%.
Keempat ada IM Buffer berfungsi untuk menambahkan margin cadangan ke posisi yang telah dipasang agar tidak cepat terkena likuidasi.
BACA JUGA:Crypto Makin Cuan! Total Trading Volume Tumbuh 12%, Active Users Melonjak 38%
Terakhir adalah Stop Order untuk melakukan order ketika harga mencapai level tertentu sesuai yang ditentukan berdasarkan analisis teknikal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: