Bitcoin Anjlok 50%, Ini 5 Cara Aman Trading Derivatif Saat Market Babak Belur
Head of Product Marketing PINTU Iskandar Mohammad mengungkapkan, trading derivatif crypto tidak hanya soal mengejar potensi keuntungan, tapi juga tentang bagaimana seorang trader perlu mengontrol dan mengantisipasi risiko.--PINTU
Fitur ini membantu trader mengelola risiko maupun masuk ke pasar berdasarkan strategi tertentu tanpa harus memantau pergerakan harga secara terus-menerus.
BACA JUGA:Crypto Halal atau Haram? Ustaz Abdul Somad Beri Penjelasan Lengkap Uang Digital Menurut Islam
Mengutip data dari Coinglass, saat harga BTC jatuh ke level $60ribu pada tanggal 6 Februari 2026, pasar crypto dihantam gelombang likuidasi sebesar $4,85 miliar.
Dampaknya, indeks fear & greed turun menjadi 6 yang menjadi terendah di awal tahun 2026.
“Trading derivatif crypto memberikan fleksibilitas bagi trader di berbagai kondisi pasar, bisa mengambil posisi long jika yakin harga naik, atau posisi short jika menilai harga akan turun. Namun perlu diingat bahwa ini masuk ke dalam kategori produk investasi high risk high return, maka dari itu, selain terdapat fitur untuk manajemen risiko, menganalisis kondisi pasar dan menambah informasi juga sangat penting. Semua informasi mengenai kondisi pasar dan tips trading derivatif crypto kami berikan lewat platform edukasi Pintu Academy dan Pintu News,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: