Seluruh proses pengelolaan dilengkapi sistem pelacakan digital untuk mengukur dampak lingkungan secara transparan, mulai dari jumlah kertas yang berhasil dialihkan dari TPA, estimasi emisi karbon (CO₂) yang dihindari, hingga jumlah pohon yang berpotensi terselamatkan.
Melalui kolaborasi antara entitas induk, anak usaha, dan mitra startup keberlanjutan, BNI berharap gerakan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular dapat diperluas ke lebih banyak unit kerja dan komunitas.
BACA JUGA:BNI Dorong Edukasi Lingkungan sebagai Fondasi Keberlanjutan Aksi Bersih Pantai di Bali
BACA JUGA:BNI-Siemens Indonesia Kerja Sama Pembiayaan Rp300 Miliar, Perkuat Ekosistem Kelistrikan Nasional
Inisiatif ini menegaskan bahwa praktik ramah lingkungan bukan sekadar program seremonial, melainkan bagian dari strategi bisnis berkelanjutan yang terukur dan berdampak jangka panjang.