JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menggelar pertemuan strategis dengan Duta Besar RI untuk Malaysia, Raden Dato Mohammad Iman Hascarya Kusumo, di kantor KP2MI, Rabu (18/2).
Pertemuan tersebut membuahkan kesepakatan, salah satunya pembentukan wadah bersama untuk memantau dan menjamin pelindungan pekerja migran Indonesia (PMI) secara lebih komprehensif.
Mengingat, Malaysia merupakan negara tujuan terbesar ketiga bagi pekerja migran, terutama di sektor perkebunan.
BACA JUGA:Rano Karno Tegaskan Parkir Liar di Tanah Abang Sudah Ditertibkan!
"Kami sepakat membuat semacam wadah bersama untuk melakukan pelindungan. Harapannya, kualitas perlindungan bagi PMI di Malaysia dapat terus ditingkatkan dari hari ke hari," ujar Mukhtarudin usai pertemuan tersebut.
Mukhtarudin menegaskan, salah satu langkah prioritas yang akan diambil adalah mendorong percepatan amandemen Nota Kesepahaman (MoU) dengan pemerintah Malaysia.
Revisi ini bertujuan untuk memberikan kepastian hukum yang lebih kuat serta meningkatkan standar kualitas PMI yang dikirim ke sana.
Persoalan klasik mengenai PMI non-prosedural juga menjadi sorotan. KemenP2MI dan Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur akan melakukan sinkronisasi data besar-besaran terhadap pekerja migran yang selama ini belum terdata secara resmi.
"Masalah ketiga adalah terkait pendataan bagi para pekerja migran di Malaysia yang belum masuk dalam sistem," ungkap Mukhtarudin.
Selain sektor domestik dan perkebunan, pemerintah mulai melirik peluang di sektor formal yang lebih profesional. Mukhtarudin menyebut ke depan Indonesia akan menjajaki penempatan di bidang hospitality dan tenaga kesehatan untuk kebutuhan rumah sakit di Malaysia.
BACA JUGA:Beasiswa Garuda Dibuka, Siswa Berprestasi Berpeluang Kuliah Gratis ke Kampus Dunia
Langkah ini diambil untuk mendiversifikasi jenis lapangan kerja sekaligus memastikan PMI yang berangkat memiliki kompetensi tinggi dan daya tawar yang lebih baik.
Dubes RI untuk Malaysia, Raden Dato Mohammad Iman Hascarya Kusumo, menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi penuh dengan kementerian. Ia memastikan bahwa kehadiran negara harus dirasakan langsung oleh PMI melalui peningkatan fasilitas dan kapasitas perlindungan di lapangan.
"Kami siap untuk terus bekerja sama dan berkolaborasi. Ini adalah wujud kehadiran negara untuk para pekerja migran kita di luar negeri, terutama di Malaysia," pungkasnya.