CIANJUR, DISWAY.ID-- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur memastikan mesin pembangunan dari level bawah tetap panas di tahun 2026. Program unggulan "Rembug Warga" dipastikan berlanjut dengan menyasar 100 titik desa di seluruh penjuru Cianjur.
Program tersebut menjadi jembatan langsung antara kebijakan bupati dengan usulan konkret di tingkat RT.
Kepala Bidang Penataan Desa dan Kerja Sama Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cianjur, Santi Harmila, mengungkapkan bahwa safari pelayanan ini sudah bergulir sejak 11 Februari lalu, dimulai dari Desa Sukaraja, Kecamatan Kadupandak.
BACA JUGA:Harga Cabai di Jakarta Melambung Awal Ramadan, Pramono Ungkap Penyebabnya
Meski segera memasuki bulan suci Ramadan, intensitas program ini dipastikan tidak mengendur. Pemkab telah menjadwalkan kunjungan ke 14 desa/kecamatan selama bulan puasa untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan prima di tengah masyarakat.
"Setelah ini, kami akan bergerak ke Desa Cibinonghilir di Cilaku pada 23 Februari, kemudian berlanjut ke Desa Cikidangbayang di Mande," ujar Santi kepada Cianjur Ekspres (Disway Group), Rabu (18/2).
Bukan sekadar ajang diskusi, Rembug Warga tahun ini membawa gerbong pelayanan langsung. Warga tidak perlu lagi jauh-jauh ke pusat kota untuk mengurus administrasi kependudukan (Adminduk), melakukan pemeriksaan kesehatan, hingga mengakses layanan perizinan lainnya.
Santi menjelaskan, Rembug Warga merupakan instrumen penting untuk memantau sekaligus menjabarkan program bantuan Rp 25 juta per RT yang menjadi komitmen Pemkab Cianjur. Melalui forum ini, usulan dari akar rumput diverifikasi agar tepat sasaran.
BACA JUGA:Lahan Bali Susut 700 Hektare per Tahun, Koster Ungkit Alih Fungsi
Fokus utama pembangunan di tahun 2026 ini masih bertumpu pada empat pilar dasar: infrastruktur lingkungan, sanitasi, sarana kesehatan, dan pelestarian lingkungan hidup.
"Kami ingin menggerakkan partisipasi masyarakat agar merasa memiliki dan terlibat langsung dalam pembangunan daerahnya," pungkasnya.