Prabowo Saksikan Penanda Tanganan 11 MoU Senilai USD 38,4 Miliar, Hilirisasi hingga Semikonduktor
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan 11 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) senilai 38,4 miliar dolar Amerika Serikat (AS) antara pelaku usaha Indonesia dan Amerika Serikat dalam sesi roundtable Business -Setpres-
WASHINGTON DC, DISWAY.ID – Lawatan luar negeri Presiden RI Prabowo Subianto di Amerika Serikat membuahkan hasil fantastis.
Bertempat di Gedung U.S. Chamber of Commerce, Washington DC, Rabu (18/2), Prabowo menyaksikan langsung penandatanganan 11 nota kesepahaman (MoU) bernilai total USD 38,4 miliar atau setara lebih dari Rp 600 triliun antara pelaku usaha Indonesia dan Negeri Paman Sam.
Kesepakatan jumbo ini diraih dalam sesi roundtable Business Summit yang diinisiasi oleh US-ASEAN Business Council (US-ABC). Langkah ini menjadi sinyal kuat kembalinya kepercayaan investor global terhadap stabilitas dan prospek ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo.
BACA JUGA:Diklaim Mirip DOGE AS, Prabowo Sebut Efisiensi Anggaran Berhasil Hemat Rp304 Triliun
Sektor pertambangan dan energi menjadi primadona dalam kerja sama kali ini. Salah satu poin krusial adalah kesepakatan mengenai Critical Mineral yang diteken oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan P. Roeslani bersama CEO Freeport-McMoRan.
Kesepakatan ini diprediksi akan mempercepat posisi Indonesia dalam rantai pasok global kendaraan listrik.
Tak ketinggalan, sektor migas diperkuat melalui kolaborasi Pertamina dan Halliburton dalam proyek Oilfield Recovery.
Sinergi ini ditujukan untuk mengoptimalkan sumur-sumur minyak di Indonesia guna memperkuat ketahanan energi nasional.
Kejutan muncul dari sektor teknologi tinggi. Indonesia mulai serius menggarap industri semikonduktor melalui kerja sama Galang Bumi Industri dengan raksasa teknologi AS seperti Essence dan Tynergy Technology Group.
"Momentum ini mempertegas posisi Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan Indo-Pasifik. Kami pastikan setiap komitmen kerja sama ini dikawal hingga realisasi nyata," tegas Presiden dalam arahannya.
BACA JUGA:Lahan Bali Susut 700 Hektare per Tahun, Koster Ungkit Alih Fungsi
Selain teknologi dan mineral, sektor padat karya seperti tekstil, garmen, hingga furnitur juga mendapatkan porsi besar untuk menembus pasar ekspor Amerika yang lebih luas.
Adapun daftar nota kesepahaman yang ditandatangani adalah sebagai berikut:
1. Memorandum of Agreement tentang Critical Mineral, ditandatangani oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani dan President & CEO Freeport-McMoRan Kathleen Quirk dan President Director PT Freeport Indonesia Tony Wenas;
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: