Jantung Mulai Beri Sinyal di Usia Senja, Jangan Tunda Pemeriksaan

Jumat 20-02-2026,19:53 WIB
Reporter : M. Ichsan
Editor : M. Ichsan

JAKARTA, DISWAY.ID-- Usia lanjut merupakan fase krusial karena risiko berbagai penyakit meningkat, termasuk gangguan jantung seperti aritmia, yaitu kelainan irama jantung yang menyebabkan detak terlalu cepat, lambat, atau tidak teratur. 

Kondisi ini berisiko menimbulkan komplikasi serius, seperti stroke, gagal jantung, hingga kematian mendadak. 

BACA JUGA:Weight Loss Berhasil hingga 19 Kg Lewat Metode Cerdas dari LIGHTweight Challenge

BACA JUGA:Klaim Bonus Saldo DANA Gratis Rp165.000 Hari Ini dari Game Penghasil Uang Favorit, Caranya Mudah Banget!

Oleh karena itu, deteksi dini sangat penting untuk mencegah terjadinya kondisi yang lebih parah.

Menurut dr. Rerdin Julario, Sp.JP(K) Aritmia dari Mayapada Hospital Surabaya, banyak kasus aritmia pada lansia tidak terdeteksi sejak dini karena gejalanya sering dianggap keluhan ringan atau bagian dari penuaan. 

“Terdapat tanda aritmia yang perlu diwaspadai antara lain, jantung berdebar atau berdetak tidak teratur, pusing atau kepala terasa ringan, kelelahan tanpa sebab jelas, sesak napas, nyeri dada, dan pingsan mendadak,” jelas dr. Rerdin.

Selain mengenali gejalanya, dr. Rerdin menjelaskan pentingnya pemeriksaan medis untuk mendeteksi aritmia. 

BACA JUGA:Kejagung Geledah Sejumlah Tempat Terkait Kasus Pome, Mobil Mewah Ikut Disita!

BACA JUGA:Kawan Indonesia: Tak Masalah TNI Dilibatkan di Berbagai Sektor, Prajurit Bukan Hanya Berperang!

“Pemeriksaan dapat dilakukan melalui elektrokardiogram (EKG) untuk melihat irama jantung, Holter Monitor yang merekam aktivitas jantung selama 24–48 jam, serta ekokardiogram untuk menilai struktur dan fungsi jantung. 

“Tes darah juga membantu memeriksa kadar elektrolit dan hormon tiroid, serta wearable device seperti smartwatch yang kini dapat mendeteksi pola detak jantung abnormal,” jelasnya.

Menurut dr. Rerdin, pemeriksaan dan skrining rutin penting bagi lansia, karena adanya perubahan alami pada struktur dan fungsi jantung, seperti penebalan dinding, melambatnya sistem kelistrikan jantung, serta gangguan keseimbangan elektrolit tubuh. 

“Selain itu, lansia juga memiliki faktor risiko yang memicu aritmia, seperti tekanan darah tinggi (hipertensi) menyebabkan pembesaran jantung, penyakit jantung koroner yang menghambat aliran darah, ketidakseimbangan elektrolit seperti kalium, magnesium, atau natrium, serta penggunaan obat tertentu seperti obat tekanan darah, antidepresan, dan obat flu. 

BACA JUGA:Service Spesial Motor Tersayang, AHASS Beri Diskon Jasa Servis Motor Matik

Kategori :