Menurut Bahlil, kebijakan tersebut bertujuan menciptakan peluang usaha baru di dalam negeri, meskipun ruang impor tetap terbuka selama produksi nasional belum mencukupi.
“Tujuannya bagaimana menciptakan peluang usaha baru di Indonesia. Namun sampai produksi kita bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri, maka ruang untuk kita melakukan impor boleh saja. Termasuk impor dari Amerika,” katanya.
BACA JUGA:Prabowo Sumringah Dapat Jersey Reece James Langsung dari Pemilik Chelsea di Washington
Ia menegaskan seluruh komitmen kerja sama tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar setiap perjanjian bersifat saling menguntungkan.
“Harus win-win. Perjanjian ini tidak boleh menguntungkan salah satu pihak saja, tapi semua pihak harus merasakan keuntungan,” tutupnya.