JAKARTA, DISWAY.ID -- Setelah sebelumnya kembali memerah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (20/02) lalu kembali ditutup dengan melemah pada level 8,271.77 (-0.03 persen).
Diketahui, pelemahan dipimpin oleh saham-saham sektor Consumer Non-Cyclicals (-1.53 persen) dan Transportation & Logistics (-1.06 persen).
Menurut Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Reza Priyambada, sentimen negatif sendiri disebabkan oleh ketegangan geopolitik yang disebabkan oleh konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
BACA JUGA:MBG Jangkau Perbatasan, PLBN Serasan Berharap dapat Tingkatkan Kualitas SDM
"Sentimen negatif disebabkan oleh meningkatnya risiko ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di kawasan Timur Tengah yang memicu kekhawatiran investor global," jelas Priyambada kepada Disway, pada Senin (23/02).
Sementara itu, asing sendiri kedapatan membukukan net sell sebesar Rp 360.91 juta di pasar reguler dengan saham-saham yang paling banyak dijual seperti: BBCA, BUMI, ANTM, GOTO, dan MBMA.
Di sisi lain, indeks utama bursa AS Bursa saham Wall Street ditutup mayoritas menguat.
"Sentimen positif disebabkan oleh Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan pemberlakuan tarif besar-besaran oleh Presiden Donald Trump," jelas Priyambada.
BACA JUGA:Profil El Mencho, Bos Kartel Narkoba Terkejam yang Tewas dalam Operasi Militer di Meksiko
Dengan perkembangan tersebut, PT Reliance Sekuritas Indonesia memproyeksikan bahwa pergerakan IHSG pada perdagangan Senin (23/02) ini akan bergerak di kisaran support pada level 8,195 dan resistance pada level 8,334, dengan kecenderungan menguat.
"Secara teknikal, candle terakhir IHSG berbentuk black spinning top, masih di atas MA5 serta indikator MACD golden cross. Dengan demikian, kami proyeksikan hari ini IHSG akan mengalami penguatan," tutur Priyambada.
Rekomendasi Saham
Di sisi lain, berikut adalah empat rekomendasi saham potensial rekomendasi para analis yang menarik untuk dipantau, yang terdiri dari:
UNVR - Buy
▪︎ Harga masih di atas MA20 dan mendekati MA5.
▪︎ Candle terakhir berbentuk white spinning top (reversal pattern), didukung adanya akumulasi beli yang tercermin pada histogram hijau dalam indikator MACD.