JAKARTA, DISWAY.ID – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dr. Taruna Ikrar tegas menyatakan pengawasan makanan dan obat-obatan di Indonesia sekarang sudah setara dengan Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat.
Pernyataan ini langsung meredam kekhawatiran masyarakat soal masuknya produk medis dari AS tanpa pengawasan ketat.
“Kita tahu Badan POM sudah masuk Otoritas Terdaftar WHO. Kita punya standar tertinggi. Amerika juga, FDA AS, sama-sama bagian dari itu,” ujar Taruna Ikrar saat ditemui di kantor BPOM, Rabu (25/2/2026).
BACA JUGA:Rumah Rp800 Juta–Rp5 Miliar Paling Diburu di Tangerang, Termasuk Kawasan Gading Serpong
BACA JUGA:Bapanas Pastikan Stok Pangan Aman, Cukup Hadapi Ramadan hingga Lebaran 2026
Yang lebih menarik, BPOM ternyata sudah dilibatkan jauh sebelum kesepakatan Presiden Prabowo dan Donald Trump diteken. Jadi semua poin kerjasama sudah dicek matang-matang, tidak ada yang lepas dari kewenangan BPOM dalam jaga keamanan publik.
“Peraturan-peraturan sebelum ditandatangani Bapak Presiden, Badan POM sudah dilibatkan. Dan kita menyetujuinya dalam konteks tersebut,” tambahnya.
Dengan status WHO Listed Authority (WLA), BPOM makin percaya diri. Pengawasan di tanah air sudah level dunia, sehingga masyarakat bisa tenang. Produk impor tetap diawasi ketat, kualitas terjamin, kesehatan rakyat nomor satu.
BPOM terus komitmen jaga standar tinggi demi Indonesia yang lebih sehat dan aman. Mantap!