Likuiditas Perekonomian Meroket per Januari 2026, BI Bisik-bisik Penyebabnya!

Rabu 25-02-2026,15:05 WIB
Reporter : Bianca Khairunnisa
Editor : Dimas Chandra Permana

JAKARTA, DISWAY.ID -- Per periode Januari 2026, Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa likuiditas perekonomian, atau uang beredar dalam arti luas (M2), telah mengalami pertumbuhan yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode Desember 2025 lalu.

Dalam hal ini, Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menuturkan bahwa per Januari 2026, M2 telah tumbuh sebesar 10,0 persen (y-oy-), atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Desember 2025 sebesar 9,6 persen (y-o-y), sehingga mencapai Rp 10.117,8 triliun.

"Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 14,9 persen (y-o-y) dan uang kuasi sebesar 5,4 persen (y-o-y)," jelas Denny kepada media secara daring, pada Selasa (24/02).

BACA JUGA:Bersihkan Trotoar Kawasan Pecinan Glodok dari Pedagang dan Parkiran, Petugas Berlakukan Operasi Cabut Pentil

BACA JUGA:Haji Uma Berhasil Pulangkan Warga Aceh Utara Korban TPPO yang Minta Tebusan Rp40 Juta di Kamboja

Lebih lanjut, Denny juga turut menambahkan bahwa peningkatan M2 pada Januari 2026 sendiri terutama dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) dan penyaluran kredit.

Dalam hal ini, penyaluran kredit pada Januari 2026 tumbuh sebesar 10,2 persen (y-o-y), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Desember 2025, yang berjumlah sebesar 9,3 persen.

"Tagihan bersih kepada Pempus tumbuh sebesar 22,6 persen (y-o-y), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 13,6 persen (y-o-y)," tutur Denny.

Sementara itu, tabungan rupiah yang dapat ditarik sewaktu-waktu pada Januari 2026 tercatat sebesar Rp 2.543,7 triliun, atau tumbuh 7,6 persen (y-o-y). Ini relatif stabil dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 7,7 persen (y-o-y).

BACA JUGA:Rumah Rp800 Juta–Rp5 Miliar Paling Diburu di Tangerang, Termasuk Kawasan Gading Serpong

BACA JUGA:Heboh Obat-obatan Amerika Bebas Impor ke Indonesia, BPOM Akhirnya Beri Penjelasan Tegas!

Di sisi lain, uang kuasi pada Januari 2026 tercatat sebesar Rp4.148,0 triliun atau tumbuh 5,4 persen (y-o-y), sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 5,6 persen (y-o-y), dengan pangsa 41,0 persen dari M2.

Perkembangan tersebut terutama disebabkan oleh giro valas yang terkontraksi sebesar 0,7 persen (y-o-y), setelah pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 2,1 persen (y-o-y).

Kategori :