FKPPAI Kecam Aksi Anarkis Mahasiswa di Jogja: Dosa dan Melanggar Syariat, Bisa Dipidana!

Kamis 26-02-2026,01:04 WIB
Reporter : Fandi Permana
Editor : Fandi Permana

"Rasulullah SAW bersabda:“Seorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).Hadits ini menjadi pengingat bahwa kekerasan, hinaan, dan perusakan adalah perbuatan dosa yang akan dimintai pertanggungjawaban, baik di dunia maupun di akhirat", paparnya. 

Alam menilai aksi anarkis di bulan Ramadhan merupakan bentuk pengkhianatan terhadap nilai puasa itu sendiri. 

“Ramadhan adalah bulan menahan amarah dan hawa nafsu, bukan bulan mempertontonkan kebrutalan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti fakta adanya konsolidasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan organisasi mahasiswa yang digelar di lingkungan UPN Veteran Jakarta pada Senin, 23 Februari 2026 malam, sebagai bagian dari persiapan aksi lanjutan di Jakarta pada 27–28 Februari 2026. 

"Konsolidasi sah dalam demokrasi, tetapi berbahaya jika diarahkan pada provokasi dan tindakan destruktif", katanya. 

Alam meminta aparat keamanan tidak bersikap reaktif semata. Ia menekankan mitigasi harus dilakukan secara cerdik, tegas, dan terukur sejak dini, bukan setelah terjadi kekerasan.

“Jangan tunggu kantor diserang atau aparat menjadi korban baru bertindak. Pencegahan harus didahulukan, penegakan hukum tetap dijalankan,” katanya.

BACA JUGA:Prabowo Dukung Rencana Trump di BoP, Tegaskan Komitmen Solusi Dua Negara untuk Palestina

Alam juga menyerukan kepada mahasiswa dan generasi muda agar kembali pada jati diri gerakan moral dan intelektual bangsa.

“Perjuangan sejati lahir dari akal sehat, akhlak, dan keberanian menjaga hukum, bukan dari amarah dan perusakan,” pungkasnya.

Kategori :