Astra Kantongi Pendapatan Bersih Rp323,4 Triliun Sepanjang 2025

Jumat 27-02-2026,22:48 WIB
Reporter : Rury Pramesti
Editor : Rury Pramesti

JAKARTA, DISWAY.ID - PT Astra International Tbk (ASII) kembali menunjukkan daya tahan bisnis sepanjang 2025.

Di tengah tekanan harga batu bara dan pelemahan pasar mobil nasional, grup usaha ini masih tetap mencatatkan pendapatan bersih Rp323,4 triliun.

Angka tersebut turun tipis 2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp328,5 triliun pada 2024. 

Walau demikian, skala pendapatan yang tetap bertahan di atas Rp320 triliun mencerminkan fondasi usaha yang solid dengan portofolio terdiversifikasi.

Seiring dengan pencapaian tersebut, laba bersih Astra tercatat Rp32,8 triliun pada 2025, turun 3 persen dibandingkan Rp33,9 triliun pada tahun sebelumnya. Laba bersih per saham juga turun 3 persen menjadi Rp810 dari Rp837.

BACA JUGA:Ciptakan Peluang Kerja Lulusan SMK, Astra Perkuat Vokasi di Daerah untuk Pendampingan Guru dan Siswa

Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro, menegaskan bahwa tekanan eksternal memang memengaruhi kinerja, akan tetapi struktur bisnis yang berimbang mampu menjaga stabilitas.

“Pada tahun 2025, laba Grup mengalami penurunan terutama disebabkan harga batu bara yang lebih rendah dan lemahnya pasar mobil baru. Namun, kinerja bisnis Grup tetap resilien didukung oleh kontribusi yang baik dari bisnis-bisnis lainnya,” ujar Djony dalam keterangan resminya.

Lini Usaha Jadi Penyeimbang

Secara divisi, sektor Otomotif & Mobilitas masih menjadi kontributor terbesar dengan laba bersih Rp11,4 triliun, relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam pasar mobil nasional turun 7 persen menjadi 804.000 unit, namun pangsa pasar Astra tetap kuat di level 51 persen.

BACA JUGA:Peringatan HUT ke-69 Astra: Perjalanan Nyata Membangun Negeri

Sedangkan, untuk penjualan sepeda motor nasional justru naik 1 persen menjadi 6,4 juta unit, dengan pangsa pasar PT Astra Honda Motor stabil di 78 persen.

Bisnis komponen melalui Astra Otoparts juga mencatat kenaikan laba 18 persen menjadi Rp1,8 triliun.

Divisi Jasa Keuangan mencatat pertumbuhan paling konsisten.

Laba bersih naik 9 persen menjadi Rp9,0 triliun, didorong peningkatan portofolio pembiayaan.

Kategori :