JAKARTA, DISWAY.ID-- Seorang mahasiswa Paket C di Universitas Gajah Mada (UGM) menjadi sorotan karena cukup vokal dan berani mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.
Ia adalah Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto yang berani mengkritik bahwa program MBG tersebut adalah semrawut.
BACA JUGA:BSI Raih ISO 27701, Jamin Keamanan Data dan Privasi Nasabah Digital
BACA JUGA:Potret Bulan Ramadan di Kawasan Blok M, Kupu-kupu Malam Tetap Setia Tunggu Pelanggan
Tiyo Ardianto memberikan kritik dengan mengirim surat terbuka ke UNICEF pada 6 Februari 2026, merespons tragedi siswa SD di NTT yang diduga tak mampu membeli alat tulis.
Dalam sikapnya, Tiyo ikut mengkritisi prioritas anggaran pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikaitkan dengan Presiden Prabowo Subianto.
Pada kritiknya tersebut, Tiyo juga mengucapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto sebagai Presiden Bodoh.
“PRESIDEN BODOH, Kita sedang dipimpin oleh orang bodoh yang tidak sadar bahwa dirinya bodoh dan karenanya tak pernah mau belajar, tapi justru memilih menularkan kebodohannya kepada yang lain. Ajaibnya orang pintar di sekelilingnya rela-rela saja dibuat bodoh dan dengan bangga menjunjung kebodohan pimpinannya,” tulisnya.
BACA JUGA:Man United Incar 'Sang Penghancur' dari Sevilla, Cuma 30 Juta Euro Bisa Deal
Dengan keberaniannya itu, Instagram Tiyo justru dipenuhi dukungan dan doa.
Publik merasa saat ini butuh sosok seperti Tiyo untuk mengkritik setiap kebijakan yang dinilai tidak pro rakyat.
Menanggapi namanya kini menjadi sorotan publik, Tiyo Adrianto hanya tersenyum saat ditanya bagaimana reaksi kampus UGM pada kesempatan di sela-sela acara diskusi dengan BEM FISH Universitas Negeri Jakarta (UNJ) 2026 bertema Imajinasi Reformasi Jilid II.
Karena aksinya dari mulai menulis surat ke UNICEF hingga mengkritik presiden dengan narasi Presiden Bodoh tentunya sangat berisiko tinggi membuat marah pihak yang dikritik.