Efisiensi Anggaran, Status PPPK Pekerja SPPG Aman
Ilustrasi aktivitas pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta-Dok. Disway.id-
JAKARTA, DISWAY.ID– Kebijakan efisiensi anggaran tengah digaungkan pemerintah, termasuk terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Efisiensi yang tekankan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turut membawa dampak bagi operasional Badan Gizi Nasional (BGN).
Di antaranya, jatah makan bagi siswa resmi dipangkas menjadi lima hari dalam seminggu.
BACA JUGA:7.728 Personel Gabungan Amankan Pasar Murah Monas, Prabowo Dijadwalkan Hadir
Meski dilakukan efisiensi, ribuan karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berkekuatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tidak terancam pemutusan hubungan kerja (PHK).
Dalam setiap SPPG, saat ini sebagiannya merupakan pegawai yang sudah diangkat sebagai PPPK.
Sedangkan strategi memangkas hari operasional ketimbang mengurangi jumlah personel diambil guna menambal lubang anggaran tanpa mengorbankan stabilitas ketenagakerjaan di sektor gizi nasional.
"Pegawai SPPG dipastikan tidak terdampak pemecatan. Pengurangan hari distribusi dari enam menjadi lima hari sudah dianggap cukup efisien untuk menekan biaya operasional harian tanpa harus merumahkan karyawan," ujar Kepala SPPG Dapoer Rahayu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Fariz Alauddin saat dihubungi, Jumat (27/3/2026).
Diketahui, instruksi terbaru dari Kepala BGN, Dadan Hindayana, mewajibkan seluruh dapur SPPG untuk berhenti beroperasi pada hari Sabtu dan tanggal merah.
BACA JUGA:Dievakuasi Saat Bus Terbakar, 24 Jemaah Umrah Indonesia Selamat
Kebijakan ini secara otomatis menjadikan hak makan tambahan bagi siswa sebagai instrumen utama dalam menjaga stabilitas neraca APBN 2026.
Meski hari kerja berkurang, Fariz menegaskan bahwa standar kualitas gizi per porsi tidak akan diturunkan.
Harga bahan baku tetap dipatok pada angka Rp 15.000 per porsi guna menjamin kecukupan nutrisi bagi para penerima manfaat.
"Efisiensi ini murni memangkas jumlah hari operasional, bukan kualitas bahan baku. Anggaran yang dihemat berasal dari biaya logistik dan operasional harian yang biasanya membengkak pada akhir pekan," tutur Fariz.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: