Kemlu: Pasukan Perdamaian Indonesia Dikirim Secara Bertahap ke Gaza

Sabtu 28-02-2026,21:28 WIB
Reporter : M. Ichsan
Editor : M. Ichsan

JAKARTA, DISWAY.ID-- Pengerahan ribuan personel Indonesia ke Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) untuk Jalur Gaza, Palestina, akan dilaksanakan secara bertahap dan masih menunggu finalisasi perencanaan teknis.

Hal tersebut dinyatakan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melalui Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang yang menegaskan, pengiriman personel dalam jumlah besar tidak mungkin dilakukan dalam satu waktu, sehingga diperlukan tahapan yang dirancang secara matang.  

BACA JUGA:Liverpool Siapkan Mega Deal Rp4,95 Triliun, Dua Bintang Bundesliga Jadi Target Utama

BACA JUGA:Sambut Tahun Kuda 2026, Plaza Asia Sulap Perkantoran Jadi Episentrum Akulturasi Budaya Tionghoa-Betawi

"Tentu akan ada tahapan-tahapannya, tetapi hal ini masih perlu dipastikan secara detail karena tidak mungkin langsung dikirim sebanyak itu dalam satu waktu," kata Yvonne, Jumat 27 Februari 2026.

Menurut Yvonne, mekanisme pengerahan bertahap merupakan praktik umum dalam operasi pasukan pemelihara perdamaian.

Lebih lanjut, ia menyatakan, teknis pengiriman pasukan RI ke Gaza masih akan dimatangkan bersama TNI dan Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Pembahasan antarinstansi tersebut mencakup penentuan batasan mandat (caveat) bagi personel Indonesia. Pemerintah menekankan bahwa misi yang diemban bersifat non-tempur dan tidak untuk tujuan demiliterisasi. 

BACA JUGA:Rezeki Ramadhan! Klaim Saldo DANA Gratis Senilai Rp155.000 Langsung ke Dompet Digital Sore ini

BACA JUGA:Saudi Perketat Aturan Umrah Ramadan, Kemenhaj Minta PPIU Patuh Paket Resmi

"Semua akan ada tahapannya dan teknisnya juga dirancang bersama rekan di Kemhan. Proses penetapan Wakil Panglima ISF juga masih dalam proses," jelasnya.

Sementara itu, laporan media Asharq Al-Awsat yang mengutip mediator Amerika Serikat dalam perundingan dengan Hamas, Bishara Bahbah, menyebutkan kelompok pertama pasukan ISF kemungkinan masuk Gaza pada awal April. 

Bahbah menyatakan kontingen yang lebih besar akan menyusul pada bulan berikutnya.  

"Sejauh yang saya ketahui, kelompok pertama pasukan sebagai bagian dari kekuatan ini akan memasuki Gaza pada awal April, dan kontingen yang lebih besar akan dikerahkan bulan depan," katanya, Kamis 26 Februari 2026.

BACA JUGA:Potongan Tubuh Hingga Organ Dalam Ditemukan di Pantai Ketewel Bali, Ihor Komarav Anak Mafia Ukraina?

Kategori :