Makna Hari Lahir Pancasila, Guru Besar UIN Soroti Peran Indonesia dalam Perdamaian Dunia
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 memiliki makna strategis bagi masa depan Indonesia dan peradaban dunia. --Istimewa
JAKARTA, DISWAY.ID — Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 memiliki makna strategis bagi masa depan Indonesia dan peradaban dunia.
Tema nasional “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” menegaskan posisi Pancasila sebagai nilai hidup yang terus relevan dalam menjawab tantangan global berupa konflik kemanusiaan, krisis moral, disrupsi teknologi, krisis ekologis, hingga polarisasi sosial-politik global.
Menurutnya, Indonesia merupakan contoh nyata bangsa besar yang mampu merawat keberagaman dalam satu ikatan kebangsaan.
Dengan ribuan pulau, ratusan etnik, bahasa, dan tradisi keagamaan, Indonesia menunjukkan bahwa perbedaan dapat tumbuh menjadi energi persatuan, kerja sama, dan solidaritas kebangsaan.
Dalam konteks itu, Pancasila menjadi etika publik dan fondasi moral dalam membangun kehidupan bersama yang damai, adil, dan bermartabat.
Tholabi menilai bahwa nilai-nilai Pancasila memiliki relevansi universal di tengah situasi dunia yang penuh ketegangan geopolitik, perang berkepanjangan, meningkatnya intoleransi, serta menguatnya fragmentasi sosial akibat arus informasi digital yang tidak terkendali.
BACA JUGA:Isi Teks Amanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Pidato Lengkap dan Resmi dari Kepala BPIP
Prinsip musyawarah, penghormatan terhadap kemanusiaan, dan keadilan sosial merupakan kontribusi penting Indonesia dalam memperkuat peradaban global yang lebih berkeadaban.
Karena itu, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak cukup dipahami sebagai agenda seremonial tahunan, tapi menjadi momentum refleksi kebangsaan untuk memperkuat komitmen terhadap persatuan, kemanusiaan, dan tanggung jawab global.
BACA JUGA:BPIP Turut Undang Eks Presiden-Wapres di Upacara Harlah Pancasila, Masyarakat Diminta Menyemarakkan
Tholabi menegaskan bahwa di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence, media sosial, dan budaya digital yang bergerak sangat cepat, Pancasila tetap relevan sebagai kompas moral bangsa.
Teknologi membutuhkan arah etik agar kemajuan digital tetap berpihak pada nilai kemanusiaan, penghormatan terhadap martabat manusia, serta penguatan solidaritas sosial.
Menurutnya, di era keterbukaan informasi, tantangan terbesar generasi muda hari ini adalah kemampuan membangun kebijaksanaan, etika dialog, dan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: