Makna Hari Lahir Pancasila, Guru Besar UIN Soroti Peran Indonesia dalam Perdamaian Dunia
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 memiliki makna strategis bagi masa depan Indonesia dan peradaban dunia. --Istimewa
“Persatuan Indonesia pada era digital juga berarti membangun ruang publik yang sehat, menjunjung etika komunikasi, melawan hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, dan berbagai bentuk polarisasi yang dapat menggerus kohesi sosial bangsa,” ujarnya.
Tholabi juga menilai bahwa Pancasila memiliki dimensi ekologis yang semakin penting di tengah ancaman perubahan iklim global dan kerusakan lingkungan.
Nilai gotong royong dan keadilan sosial dapat menjadi dasar moral dalam membangun tanggung jawab bersama terhadap keberlanjutan bumi dan masa depan generasi mendatang.
Menurutnya, krisis lingkungan bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga persoalan etika peradaban.
Dalam konteks global, Indonesia memiliki posisi strategis sebagai kekuatan moral dunia atau moral middle power yang dapat menghadirkan diplomasi perdamaian berbasis nilai-nilai Pancasila.
Tradisi musyawarah, penghormatan terhadap keberagaman, dan semangat kemanusiaan universal merupakan modal penting Indonesia untuk terus berkontribusi dalam penyelesaian konflik, pembangunan dialog antarbangsa, dan penguatan solidaritas kemanusiaan internasional.
Ia juga menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai Pancasila di ruang publik.
BACA JUGA:BPIP Turut Undang Eks Presiden-Wapres di Upacara Harlah Pancasila, Masyarakat Diminta Menyemarakkan
Kampus memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk menanamkan budaya dialog, toleransi, penghormatan terhadap keberagaman, serta penguatan etika kebangsaan kepada generasi muda.
Integrasi antara keilmuan, agama, kemanusiaan, dan kebangsaan perlu terus diperkuat agar pendidikan tinggi tidak hanya melahirkan sumber daya manusia yang unggul secara akademik, tetapi juga matang secara moral dan sosial.
Lebih lanjut, Anggota Dewan Pendidikan Tinggi ini mengapresiasi peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 yang menampilkan semangat gotong royong, keterlibatan masyarakat luas, dan penghormatan terhadap kebinekaan bangsa.
Nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan, dan keadilan sosial perlu terus dihadirkan dalam kebijakan publik, pendidikan, kehidupan sosial, serta tata kelola pemerintahan agar Pancasila benar-benar menjadi ideologi yang hidup dalam keseharian masyarakat Indonesia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: