JAKARTA, DISWAY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Sesi II pada Selasa (03/03) siang ini telah sukses dibuka dengan menguat 0,034 persen ke level 8.019,55.
Penguatan ini sendiri melanjutkan penguatan pada pembukaan IHSG pada pukul 09.00 lalu, yang diawali dengan menghijau 0,54 persen ke level 8.059,87.
BACA JUGA:Bertauhid Vertikal dan Horizontal ala Muhammadiyah
Di sisi lain, indeks LQ45 sendiri juga turut menunjukkan penguatan, dengan meningkat sebesar 0,33 persen ke level 815,15.
Dengan situasi pergerakan IHSG, Analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk menilai bahwa pergerakan IHSG pada perdagangan Selasa, 3 Maret 2026 ini masih memiliki potensi untuk kembali menguat.
"Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran support pada level 7,970 dan resistance pada level 8,093 dengan kecenderungan menguat," papar Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada.
Kendati begitu, Priyambada juga menilai bahwa pasar modal Indonesia masih belum bisa tenang.
BACA JUGA:Majelis Hukama Muslimin: Ketahanan Keluarga Fondasi Utama Peradaban
Dalam hal ini, dirinya menyoroti sentimen negatif dari eskalasi perang antara Iran dan Amerika Serikat (AS), yang diprediksi akan meningkatkan sentimen risk–off global, yang mendorong para investor beralih ke aset safe haven.
"Secara teknikal, candle terakhir IHSG berbentuk bearish belt hold, di bawah MA5 dan MA20 serta indikator Stochastic dead cross. Namun demikian, penurunan dalam kemarin, membuka peluang besar IHSG akan mengalami technical rebound. Berikut saham pilihan hari ini: PTRO, WIIM, ENRG, dan INDY," jelas Priyambada
Sementara itu, indeks utama bursa AS Bursa saham Wall Street ditutup mayoritas menguat.
Sentimen positif disebabkan oleh kenaikan saham sektor energi dan teknologi yang membantu mengatasi dampak negatif terhadap sentimen pasar akibat serangan udara AS terhadap Iran.