Bertauhid Vertikal dan Horizontal ala Muhammadiyah

Bertauhid Vertikal dan Horizontal ala Muhammadiyah

Prof Jamhari Makruf, Ph.D. - Rektor Univeristas Islam Internasional Indonesia (UIII)-dok disway-

JAKARTA, DISWAY.ID -- Tulisan ini berangkat dari refleksi riset Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada periode 2001–2006 tentang keberagamaan di Indonesia.

Riset tersebut menggunakan dua indikator utama, salat dan puasa untuk mengukur tingkat kesalehan Muslim Indonesia.

Hasilnya menunjukkan bahwa sekitar 70–73% Muslim Indonesia rutin melaksanakan salat lima waktu, sementara 91–93% menjalankan puasa Ramadan.

BACA JUGA:Merevitalisasi Dakwah NU: Menuju Substansi, Meninggalkan Gebyar Seremonial

BACA JUGA:Menyelami Kedalaman Makna Puasa

Angka ini mengindikasikan tingkat kesalehan ritual yang sangat tinggi, yang juga terlihat dari ramainya masjid dan semaraknya aktivitas keagamaan selama Ramadan.

Namun, muncul pertanyaan mendasar: jika tingkat kesalehan Muslim Indonesia sangat tinggi, mengapa indeks persepsi korupsi masih rendah?

Dengan skor sekitar 34 dan peringkat 109 dunia, Indonesia masih menghadapi persoalan serius dalam integritas publik.

Mengapa kesalehan ritual tidak berbanding lurus dengan kualitas moral dalam kehidupan sosial dan institusional?

Kesalehan Tinggi, Problem Sosial Menganga​

Dalam konteks ini, studi How Islamic is Islamic Countries? oleh Hossein Askari dan Scheherazade Rahman (2010) menjadi relevan.

BACA JUGA:Memaknai Putusan Mahkamah Konstitusi Mengenai Kolegium

BACA JUGA:Restorative Justice di Persimpangan: Solusi Keadilan atau Celah Negosiasi?

Mereka mengembangkan Islamicity Index untuk mengukur sejauh mana negara-negara, baik mayoritas Muslim maupun non-Muslim menerapkan nilai-nilai Islam dalam aspek keadilan sosial, hak asasi manusia, tata kelola pemerintahan, pengentasan kemiskinan, serta pengendalian korupsi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads