JAKARTA, DISWAY.ID -- Kedatangan pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman, menghadirkan optimisme baru di tengah keraguan lama, kapan Skuad Garuda mengangkat trofi.
Publik sepak bola nasional sudah terlalu sering merasakan pahitnya menjadi runner-up di Piala AFF.
Enam kali finis sebagai finalis tanpa gelar membuat Timnas Indonesia kerap dijuluki “raja tanpa mahkota” di Asia Tenggara.
BACA JUGA: Manchester United Bidik Bintang Muda FC Koln, Setan Merah Gelontorkan Rp1,1 Triliun Tanpa Syarat
Kini, dengan pelatih berpengalaman yang pernah membangun ulang sepak bola Kanada, harapan itu kembali bersinar.
Herdman bukan nama sembarangan.
Ia dikenal sebagai pelatih yang sukses membangun fondasi kuat di sepak bola wanita Selandia Baru dan Kanada, sebelum menangani timnas putra Kanada dan membawa mereka lolos ke Piala Dunia 2022, setelah absen 36 tahun.
Di Kanada, bahkan muncul istilah “sebelum dan sesudah Herdman”.
Ia tidak sekadar melatih, tetapi membentuk kultur, mentalitas, dan identitas permainan.
BACA JUGA: Drama di Camp Nou! Barcelona Menang Telak, Tapi Atletico Madrid yang Tertawa
BACA JUGA: Mikel Arteta Desak Arsenal Rekrut Bintang Inter Milan
Pendekatannya yang detail, komunikatif, dan berbasis analisis membuat banyak pihak percaya bahwa Indonesia akhirnya menemukan sosok yang tepat, bukan pelatih instan, melainkan arsitek jangka menengah-panjang.
PR Besar: Trofi AFF dan Mental Juara
Satu pertanyaan besar tetap menghantui, apakah Indonesia siap menjadi juara, bukan sekedar penantang?