Ini Efek Samping Obat Tuberkulosis, Kenali Gejala sejak dini agar Hati Aman!

Rabu 04-03-2026,16:23 WIB
Reporter : Doddy Suryawan
Editor : Dimas Chandra Permana

JAKARTA, DISWAY.ID -- Pengobatan tuberkulosis (TB) membutuhkan kedisiplinan dan pemantauan ketat. Efek samping obat bukan untuk ditakuti, melainkan dikenali sejak dini agar terapi tetap aman dan peluang sembuh semakin besar.

Prinsip utamanya sederhana: patuh minum obat, kenali tanda bahaya, dan segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan bila muncul keluhan. Dokter spesialis paru RSPI Sulianti Saroso, Titi Sundari mengatakan keluhan seperti mual dan muntah ringan masih tergolong wajar dan dapat diatasi dengan mengatur pola makan, misalnya porsi kecil tapi lebih sering.

Namun, jika muntah terjadi terus-menerus hingga mengganggu asupan makan atau disertai lemas berat, pasien perlu segera memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit," ujar Titi, di Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026.

BACA JUGA:AI Masuk Rumah Sakit Indonesia! Kolaborasi AstraZeneca–Siloam Percepat Diagnosis Kanker

BACA JUGA:8 Manfaat Konsumsi Blewah saat Buka Puasa, Jadi Sumber Energi hingga Bantu Jaga Berat Badan!

Lalu perubahan warna urine menjadi kemerahan juga kerap membuat pasien khawatir. Padahal, kondisi ini umumnya disebabkan obat rifampisin dan termasuk normal. “Warnanya cenderung merah-oranye dan tidak berbahaya. Berbeda dengan kencing berdarah yang merah pekat,” jelasnya. Nah, Pemeriksaan laboratorium dapat memastikan penyebabnya.

Selain itu ada Efek samping lain bisa berupa kesemutan, nyeri sendi, gangguan penglihatan, hingga reaksi alergi seperti gatal atau ruam. Bila muncul lepuh atau ruam menyebar, pengobatan harus dievaluasi dokter.

Meski begitu, pasien tidak dianjurkan menghentikan obat sendiri karena berisiko menyebabkan kuman kebal atau TB resisten obat, yang terapinya lebih lama dan lebih berat.

Dalam hal ini keluarga memegang peran penting sebagai pengawas minum obat untuk memastikan kepatuhan sekaligus memantau gejala awal. Pemeriksaan fungsi hati juga disarankan terutama pada dua minggu pertama pengobatan, periode yang paling rawan gangguan.

BACA JUGA:Hari Kanker Sedunia 2026, Madu Herbal Kombinasi Temulawak, Daun Kelor, dan Meniran Kaya Antioksidan

BACA JUGA:Belajar Soal Kesehatan dan Nutrisi Lebih Asyik di Herbalife Customer Fair, Hidup Jadi Lebih Sehat

"Melalui edukasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pasien diingatkan bahwa sebagian besar efek samping dapat ditangani. Dengan deteksi dini dan konsultasi tepat waktu, pengobatan TB tetap aman, tuntas, dan peluang sembuh semakin besar," pungkasnya.

Kategori :