Pengamat Energi Soroti Strategi Subsidi BBM di Tengah Ancaman Pasokan Hanya 20 Hari

Jumat 06-03-2026,14:22 WIB
Reporter : Nungki Kartika Sari
Editor : Subroto Dwi Nugroho

“Kerja sama internasional sangat penting, terutama untuk mengamankan kontrak LNG jangka panjang dengan negara pemasok utama,” katanya.

Langkah tersebut dinilai dapat memberikan kepastian pasokan energi bagi Indonesia, terutama ketika terjadi ketidakstabilan di pasar energi global.

BACA JUGA:Buya Yahya Bilang Tugas Presiden Berat, Maka Dia Ajak Rakyat Doakan Prabowo

BACA JUGA:Nusron: Rencana Prabowo Jadi Mediator Perdamaian Timur Tengah Dapat Dukungan Negara Islam

Kontrak jangka panjang juga berpotensi memberikan harga yang lebih stabil dibandingkan pembelian di pasar spot yang cenderung fluktuatif.

Di sisi lain, Iwa juga menilai bahwa solusi jangka panjang tetap harus bertumpu pada penguatan produksi energi domestik.

Menurutnya, Indonesia perlu mempercepat pengembangan sumber energi dalam negeri agar ketergantungan terhadap impor energi dapat ditekan secara bertahap.

“Pengembangan energi domestik harus ditingkatkan untuk mengurangi ketergantungan impor,” ujarnya.

Upaya tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan produksi minyak dan gas bumi, percepatan pembangunan kilang, serta pengembangan energi baru dan terbarukan.

BACA JUGA:Prabowo Tak Gegabah Indonesia Keluar dari Board of Peace, Utamakan Jalur Diplomasi Perdamaian

BACA JUGA:Kabar Baik! TPG 405 Ribu Guru Madrasah Dipastikan Cair Sebelum Idulfitri 2026

Dengan kombinasi kebijakan fiskal, kerja sama internasional, dan penguatan produksi energi domestik, Iwa menilai Indonesia dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meminimalkan dampak gejolak global terhadap pasokan dan harga BBM di dalam negeri.

 

Kategori :