Labamu Perkenalkan Sistem MRP untuk Industri Furnitur Pada IFEX 2026

Sabtu 07-03-2026,06:05 WIB
Reporter : Dita Hastuti
Editor : Subroto Dwi Nugroho

TANGERANG, DISWAY.ID --  Platform digital Labamu memperkenalkan solusi Manufacturing Resource Planning (MRP) yang dikembangkan khusus untuk industri furnitur Indonesia dalam sesi Smart Manufacturing Optimization pada pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City. 

Solusi ini diperkenalkan sebagai upaya menjawab berbagai tantangan operasional yang masih dihadapi pelaku industri mebel dan kerajinan nasional, terutama dalam pengelolaan produksi, inventori, dan koordinasi rantai pasok. 

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian (2024), industri furnitur Indonesia didominasi oleh usaha kecil dan menengah.

BACA JUGA:UMKM Binaan Pertamina Raup Omzet 2 Kali Lipat di SMEXPO Ramadan 2026

BACA JUGA:Promo JSM Alfamart Terbaru 6-8 Maret 2026, Blue Band Rp9 Ribuan Buat Bikin Kue Lebaran!

Tercatat sekitar 291.600 unit industri kecil dan menengah furnitur yang menyerap sekitar 819.000 tenaga kerja di seluruh Indonesia. 

Di sisi lain, peluang pasar global masih sangat besar. Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) pada 2024 mencatat nilai pasar ekspor furnitur dunia diperkirakan mencapai sekitar USD 300 miliar.

Namun kontribusi ekspor furnitur Indonesia masih sekitar USD 2,5 miliar, menunjukkan ruang pertumbuhan yang masih luas bagi industri nasional. 

Data Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) pada 2023 juga menunjukkan bahwa ekspor furnitur Indonesia mencapai sekitar USD 2,8 miliar dengan tren pertumbuhan yang terus meningkat.

Adapun pasar utama meliputi Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Jepang. Permintaan juga mulai berkembang di kawasan Timur Tengah dan Australia. 

BACA JUGA:Transaksi ZISWAF BSI Naik 14 Persen Selama Ramadan

BACA JUGA:Promo JSM Superindo Terbaru 6-8 Maret 2026, Spesial THR Beli Daging Dapat Diskon Rp50 Ribu Pakai BNI

Digitalisasi dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat daya saing industri furnitur Indonesia di tengah persaingan pasar global.

Melalui kolaborasi dengan HIMKI, Labamu mendorong para pelaku usaha untuk mulai mengadopsi sistem operasional digital yang terintegrasi. 

“Industri furnitur Indonesia memiliki peluang besar untuk memperluas pasar global, dan digitalisasi menjadi fondasi penting untuk mencapainya. Dengan sistem produksi dan manajemen yang lebih terintegrasi, pelaku usaha dapat meningkatkan produktivitas, menjaga kualitas, serta merespons permintaan pasar dengan lebih cepat,” ujar Emmanuelle Van De Geer, CEO Labamu.  

Kategori :