Dengan sistem yang terintegrasi, perusahaan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperluas kapasitas produksi tanpa menambah kompleksitas manajemen.
BACA JUGA:Siapkan Alternatif Pasok Minyak Mentah, Dua Kapal dari Selat Hormuz Perjalanan ke RI
BACA JUGA:Bank bjb Buka Peluang Investasi Produktif Lewat Sustainability Bond Tahap II 2026
Selain sistem produksi, Labamu juga menyediakan solusi digital untuk pengelolaan penjualan, termasuk pembuatan toko online yang memungkinkan produsen furnitur memperluas akses pasar dan mengelola pesanan secara digital.
“Lewat sesi Smart Manufacturing Optimization di IFEX 2026, Labamu berharap dapat mendorong percepatan digitalisasi industri furnitur Indonesia sekaligus membantu pelaku usaha meningkatkan daya saing di pasar global”, ungkap Rey Sihotang.