Sementara itu, para pengendara, khususnya pemotor terlihat di pinggir-pinggir trotoar. Raut wajahnya nampak bimbang: apakah harus meneros banjir atau putar balik.
Sejumlah kurir paket dan ojek online pun kebingungan. Antara tanggung jawab pekerjaan atau terus berkorban demi menerobos banjir yang menghalangi perjalanan mereka. Pilu.
Tak jarang pula pengendara yang nekat menjerjang banjir mengalami mogok motor. Mereka terpaksa harus mendorong 'kudanya' ke tempat yang lebih datar.
Warga Mengeluh
Salah seorang warga, Esa Fadhlani, mengatakan bahwa banjir di wilayahnya terjadi akibat luapan kali Kembangan. Ditambah pula curah hujan yang cukup tinggi.
"Air dari Kali Kembangan jam sekitar 23.00 WIB sudah mulai naik. Puncak meluapnya sekitar pukul 03.00 WIB. Nyampe warteg tingginya udah se-paha saya (60-80 cm)," kata Esa.
BACA JUGA:Momen Anak-anak Main 'Wahana' Air saat Banjir di Kembangan, Semringah Banget!
Esa pun tak menampik bahwa pemerintah telah berupaya menanggulangi banjir dengan cara mengeruk kali. Namun apalah daya, alam tetap berkehendak.
Esa pun hampir putus asa menghadapi musibah ini, namun ia tetap percaya bahwa pemerintah memiliki solusi untuk mengatasi banjir. Khususnya di wilayah Kembangan, Jakarta Barat.
"Biasanya emang ada pengerukan kali (untuk anitisipaso banjir). Saya sih percaya pemerintah bisa mengatasi ini," harapnya.
Di lain sisi, petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Sumber Daya Air (SDA) terus berupaya membantu agar genangan air berangsur surut.