Ia menambahkan bahwa penguatan ekosistem industrialisasi sawit ke depan harus mencakup pembenahan kelembagaan dan tata kelola agar agenda peningkatan nilai tambah dapat berjalan seiring dengan target produktivitas dan keberlanjutan.
Prasasti menilai, dorongan terhadap orkestrasi kebijakan bukan dimaksudkan untuk menambah regulasi baru, melainkan menyederhanakan dan menyelaraskan kebijakan yang telah ada.
Dengan tata kelola yang lebih terkoordinasi, sektor sawit diharapkan mampu berkontribusi lebih optimal terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan target pembangunan jangka panjang.