JAKARTA, DISWAY.ID – Siapa yang tak kenal dengan aroma harum roti dari brand legendaris Holland Bakery.
Namun, hasil sidak terbaru Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan catatan merah yang cukup mengejutkan bagi manajemen toko roti dengan logo kincir angin tersebut.
BACA JUGA:IHSG Tutup di Zona Merah, Analis Soroti Sentimen Perang AS-Iran
BACA JUGA:Misteri Mundurnya Dua Dirjen Kementerian PU di Tengah Audit Triliunan Rupiah
BPOM baru saja menyelesaikan audit mendalam hingga ke bagian terdalam dapur produksi pusatnya di Jakarta.
Hasilnya? Ada penurunan skor yang cukup signifikan dalam hal penerapan Cara Pembuatan Pangan Olahan yang Baik (CPPOB).
Kepala BPOM, Taruna Ikrar mengungkapkan bahwa meskipun kualitas rasa mungkin masih terjaga, sisi higiene dapur mengalami degradasi. Jika sebelumnya Holland Bakery konsisten mengantongi nilai "A" atau sangat baik, kini penilaian tersebut terpaksa harus diturunkan.
"Kami mengecek langsung ke dapurnya. Dulu selalu dapat nilai A, tapi kemarin nilainya turun. Kami temukan ada lantai yang seharusnya steril tapi terlihat kotoran yang kasat mata," ungkap Taruna dalam keterangannya kepada awak media, Rabu 11 Maret 2026.
BACA JUGA:Gak Ada Akhlak! Profesor pun Dihina Abu Janda saat Live Soal Israel, Diusir Aiman usai Ngomong Kotor
BACA JUGA:PN Tolak Gugatan Praperadilan Gus Yaqut, KPK Klaim Sudah Sesuai Hukum
Tak hanya soal lantai, BPOM juga menyoroti masalah kepadatan manusia di ruang produksi.
Dalam satu ruangan yang seharusnya hanya diisi maksimal 30 pekerja untuk menjaga sirkulasi oksigen dan sanitasi, pihak manajemen justru memasukkan hingga lebih dari 50 orang. Kondisi ini dinilai berisiko mengganggu standar higiene yang selama ini dijanjikan kepada konsumen.
Menanggapi temuan tersebut, pihak manajemen beralasan bahwa lonjakan pesanan menjelang Idul Fitri membuat volume produksi meningkat drastis, sehingga ruang penyimpanan dan area kerja menjadi penuh sesak.
BACA JUGA:Abu Janda Diskakmat Feri Amsari soal Israel, Malu Bukan Main usai Diusir Aiman!
Selain itu, ada rencana pemindahan produksi ke gedung baru yang membuat pemeliharaan gedung lama sedikit terabaikan.