BPH Migas Pastikan Stok BBM Aman di Tengah Gejolak Konflik Timur Tengah

Kamis 12-03-2026,23:30 WIB
Reporter : Bianca Khairunnisa
Editor : Fandi Permana

JAKARTA, DISWAY.ID - Dalam menghadapi kekhawatiran masyarakat akan gejolak perang di Timur Tengah kepada pasokan bahan bakar minyak (BBM), Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) turut meminta agar masyarakat dapat bersikap tenang dan tidak panik.

Pasalnya, saat ini Indonesia dikabarkan sudah memiliki solusi alternatif dalam menghadapi ancaman kekosongan stok BBM.

BACA JUGA:Eskalasi Geopolitik Timur Tengah, PIEP Evakuasi 19 Perwira Pertamina dari Irak dan Dubai

BACA JUGA:Kronologi Meledaknya Kapal Musaffah 2 di Selat Hormuz, Nasib 4 WNI Belum Jelas

Dalam hal ini, anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho menyatakan bahwa saat ini, ada sekitar 81 persen impor minyak mentah Indonesia diambil dari negara yang tidak terdampak atau terlibat konflik di Timur Tengah.

"Indonesia paling banyak mengimpor minyak mentah dari Nigeria sebanyak 34,07 juta barel sejak April 2025 sampai Maret 2026 atau 25 persen dari volume impor. Sekarang, sekitar 19 persen impor minyak mentah Indonesia berasal dari Saudi Arabia (Timur Tengah)," jelas Fathul kepada Disway media lainnya secara daring, pada Kamis, 12 Maret 2026. 

"Artinya kita lebih banyak mengimpor dari negara yang tidak terlibat konflik. Artinya pasokan BBM Indonesia tetap aman," tambahnya.

Lebih lanjut, Fathul juga turut mengimbau masyarakat agar tidak salah persepsi terhadap informasi cadangan BBM di Indonesia hanya cukup untuk 20 hari ke depan. 

Pasalnya, dirinya menambahkan, saat ini kapasitas penyimpanan BBM nasional dari Pertamina hanya 6,10 juta KL atau 67 persen, sedangkan non Pertamina ada 3,06 juta KL atau 33 persen.

BACA JUGA:Prabowo Kaget Pertamina Punya 200 Anak dan Cucu Perusahaan

"Artinya, kondisi daya tampung yang dimiliki Pertamina masih terbatas. Akibatnya, ketersediaan BBM di storage Pertamina tidak berarti pasokan BBM Indonesia sedikit," jelas Fathul.

Dalam hal ini, Fathul turut menekankan bahwa melalui kolaborasi yang kuat antara berbagai pemangku kepentingan, sektor energi Indonesia diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan, meningkatkan ketahanan sistem energi.

Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi secara optimal di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Kategori :