Benahi Jalan Berlubang, Jasa Marga Kebut Perbaikan di Ruas Tol Jakarta-Tangerang

Benahi Jalan Berlubang, Jasa Marga Kebut Perbaikan di Ruas Tol Jakarta-Tangerang

Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) Regional Division selaku pengelola Ruas Tol Jakarta–Tangerang menjelang mudik Lebaran 2026-Dok. Jasa Marga-

JAKARTA, DISWAY.ID - Ruas Tol Jakarta-Tangerang dipenuhi lubang besar imbas hujan deras yang mengakibatkan banjir beberapa waktu lalu.

Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) Regional Division selaku pengelola Ruas Tol Jakarta–Tangerang mengebut perbaikan perkerasan jalan di sejumlah titik sebagai bagian dari upaya pemeliharaan jalan tol guna menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

BACA JUGA:Langkah Hijau Ajinomoto Indonesia untuk Lingkungan yang Berdampak Nyata bagi Masyarakat

BACA JUGA:Agar Mudik Aman, Jasa Marga Kebut Pekerjaan Preservasi Seluruh Ruas Jalan Tol

Jasa Marga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jalan selama melintasi beberapa lokasi dengan kondisi perkerasan yang kurang baik.

Jasa Marga memastikan bahwa proses pekerjaan tetap berlangsung secara bertahap di lapangan dengan memprioritaskan titik-titik yang membutuhkan perbaikan.

Senior General Manager JMT Widiyatmiko Nursejati, menyampaikan bahwa Jasa Marga terus mengoptimalkan upaya perbaikan jelang layanan arus mudik dan balik Idulfitri 1447 H dengan mengerahkan sejumlah tim di lapangan.

“Kami terus mengoptimalkan upaya perbaikan melalui pengerahan beberapa tim pemeliharaan yang bekerja secara bertahap di sejumlah titik. Saat ini terdapat tiga tim rekonstruksi dengan masing-masing 15 personel, satu tim _Scrapping, Filling, and Overlay (SFO) beranggotakan 10 personel, serta enam tim patching beranggotakan masing-masing lima personel," kata Widiyatmiko, Kamis, 12 Maret 2026.

Ia menambahkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, pekerjaan pemeliharaan perkerasan mengalami berbagai tantangan, diantaranya masih tingginya curah hujan di wilayah Jabodetabek.

BACA JUGA:Praperadilan Lee Kah Hin, Ahli Pidana Ungkap Hak Tersangka dan Alat Bukti Penyidikan

BACA JUGA:End Game! Rismon Akui Ijazah Jokowi Asli Usai Sowan ke Solo: Maafkan Saya..

Tingginya curah hujan dapat mempengaruhi daya dukung lapisan perkerasan, sementara tingginya volume kendaraan berat yang melintas, termasuk kendaraan dengan muatan berlebih, memberikan beban berulang pada struktur jalan yang semakin memperparah kerusakan.

Widiyatmiko juga menambahkan bahwa saat ini perbaikan perkerasan dilakukan secara bertahap di sepanjang Ruas Tol Jakarta–Tangerang dengan prioritas penanganan mulai dari KM 8 s.d. KM 26. Selain itu, juga dilakukan percepatan penanganan perbaikan perkerasan jelang puncak arus mudik untuk menjaga kapasitas jalan dapat melayani pemudik dengan optimal. 

"Pekerjaan perbaikan permanen seperti rekonstruksi dan SFO masih dapat dilaksanakan hingga 15 Maret 2026, dengan mempertimbangkan telah memasuki masa puncak arus mudik Idulfitri 1447H. Sementara itu, penanganan sementara seperti patching tetap dapat dilanjutkan selama periode pelayanan arus mudik dan balik melalui tim sapu lubang yang secara rutin melakukan penyisiran di sepanjang ruas tol," tambah Widiyatmiko.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: