Awas Penularan Campak pada Anak saat Arus Mudik Lebaran, IDAI Sarankan Vaksin MR

Senin 16-03-2026,15:42 WIB
Reporter : Hasyim Ashari
Editor : Dimas Chandra Permana

JAKARTA, DISWAY.ID -- Musim mudik dan libur panjang saat Lebaran kerap menjadi momen yang dinanti banyak keluarga untuk berkumpul dan berwisata bersama.

Hanya saja di balik tingginya mobilitas masyarakat pada periode tersebut, dokter anak mengingatkan adanya potensi peningkatan penyitas dampak penyakit menular seperti campak, terutama pada anak-anak.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyoroti ancaman penyakit campak yang dinilai sangat mudah menular di tengah keramaian. Karena itu, orangtua diminta memastikan anak telah mendapatkan imunisasi lengkap sebelum melakukan perjalanan jauh.

BACA JUGA:3 Titik Rawan Kecelakaan saat Mudik Lebaran 2026 Wajib Diwaspadai, Awas Jalur-Jalur Arteri

Ketua Pengurus Pusat IDAI, Dr Piprim Basarah Yanuarso, menegaskan bahwa vaksinasi merupakan langkah perlindungan paling mendasar bagi anak. Menurutnya, imunisasi yang lengkap dapat secara signifikan menekan risiko penularan penyakit selama perjalanan.

“Langkah paling krusial sebelum mudik adalah memastikan imunisasi anak sudah lengkap, terutama vaksin MR atau MMR. Vaksinasi dua dosis terbukti menjadi cara paling efektif untuk mencegah penularan campak,” ujar Piprim dalam keterangan pers, Minggu 15 Maret 2026.

Ia menjelaskan, campak termasuk penyakit yang sangat menular dan penyebarannya bahkan bisa lebih cepat dibandingkan influenza. Dalam situasi perjalanan mudik yang padat seperti di stasiun, bandara, terminal, maupun rest area risiko paparan virus dapat meningkat.

Jika status imunisasi anak telah terpenuhi, lanjutnya, orangtua akan memiliki ketenangan lebih saat bepergian karena perlindungan terhadap penyakit sudah lebih optimal.

BACA JUGA:Mudik 2026: Antrean Penyeberangan Gilimanuk Capai 27 KM, Polisi Lakukan Pengaturan di Sejumlah Titik

Selain memastikan vaksinasi, IDAI juga mengimbau keluarga untuk tetap menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat selama perjalanan. Anak-anak dianjurkan rajin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, serta menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang mengalami gejala batuk atau pilek.

Penggunaan masker di ruang publik atau transportasi umum juga dinilai dapat membantu mengurangi risiko paparan droplet yang membawa virus.

Orangtua juga disarankan tidak berbagi barang pribadi dengan orang lain, seperti alat makan, botol minum, maupun handuk, karena hal tersebut dapat menjadi media penularan penyakit.

Selain faktor kesehatan, IDAI turut mengingatkan keluarga untuk merencanakan perjalanan dengan matang, termasuk dalam memilih destinasi liburan.

BACA JUGA:Hutama Karya Dukung Program Mudik Nyaman Bersama Kementerian PU Melintasi Jalan Tol Trans Sumatera

Tempat wisata dalam ruangan seperti museum, pusat sains interaktif, perpustakaan anak, atau taman bermain indoor dinilai lebih aman bagi anak, terutama saat cuaca tidak menentu.

Kategori :