Kisah Haru Porter Stasiun Gambir: Bantu Orang Mudik, Tapi Susah Untuk Pulang Kampung

Senin 16-03-2026,22:50 WIB
Reporter : Hasyim Ashari
Editor : M. Ichsan

JAKARTA, DISWAY.ID-- Di tengah ramainya arus mudik Lebaran di Stasiun Gambir, ada cerita lain yang jarang terlihat oleh para penumpang.

Ketika ribuan orang bergegas pulang ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga, para porter justru tetap bertahan di stasiun, membantu pemudik mengantarkan barang hingga ke kereta.

BACA JUGA:Telkom Berdayakan Perempuan UMKM untuk Masa Depan Ekonomi yang Lebih Inklusif

BACA JUGA:Amankan Mudik Lebaran 2026, Ratusan Personel Gabungan Amankan Terminal Terpadu Pulo Gebang

Salah satunya adalah Warsito, koordinator porter di Stasiun Gambir. Bagi Warsito dan rekan-rekannya, musim mudik adalah masa paling sibuk dalam setahun.

Namun di saat yang sama, itu juga berarti mereka harus merelakan momen Lebaran jauh dari keluarga.

“Kalau pas lagi ramai begini, kita memang tidak bisa mudik. Penumpang banyak dan kita harus tetap di sini melayani,” kata Warsito saat ditemui di Stasiun Gambir, Senin 16 Maret 2026.

Di stasiun tersebut, terdapat sekitar 240 porter yang setiap hari membantu penumpang. Tugas mereka tidak sekadar mengangkat koper atau barang bawaan.

BACA JUGA:IHSG Ditutup Anjlok, Masih Nyaman di Zona Merah 1,61 Persen

BACA JUGA:Prediksi Tanggal Lebaran 2026 Versi Muhammadiyah , BMKG, BRIN, Pemerintah dan NU, Sama atau Tidak?

Porter juga kerap membantu lansia, penyandang disabilitas, hingga penumpang yang membutuhkan kursi roda agar bisa naik ke kereta dengan aman.

Selain itu, para porter juga terlibat dalam menjaga kebersihan area stasiun melalui kegiatan kerja bakti rutin. Bahkan dalam situasi tertentu, mereka ikut membantu menjaga ketertiban di lingkungan stasiun.

Kesibukan porter biasanya mulai terasa beberapa hari menjelang puncak arus mudik. Tahun ini, menurut Warsito, lonjakan penumpang sudah mulai terlihat sejak sekitar tiga hari terakhir.

“Sudah mulai ramai dari tiga hari yang lalu. Kereta juga jaraknya berdekatan, jadi kita harus cepat mengatur supaya semua penumpang bisa terlayani,” ujarnya.

Saat kondisi stasiun padat, para porter biasanya saling berbagi penumpang agar pekerjaan tetap merata. 

Kategori :