BACA JUGA:Prabowo Subianto Sentil Mobil Dinas Rp8 Miliar, Jembatan Desa Malah Terbengkalai
Perbekalannya pun cukup mumpuni. Meski hanya membawa satu gembolan tas, namun isinya adalah peralatan servis kendaraan. Obeng, busi, oli, obat-obatan dan pakaian.
Di tengah perjalanan panjang yang melelahkan, ia ingin memastikan satu hal: 'perasaan harus' sampai lebih dulu kepasa sang istri di kampung halamaj.
Perjalanan ratusan kilometer yang akan ditempuh tak menyurutkan semangatnya. Justru, setiap kilometer menjadi bukti perjuangan untuk kembali ke keluarga tercinta.
Bagi Amin, pemudik asal Jakarta Utara yang nekat mudik menggunakan sepeda motor-Canda Pratama -
"Bismillah. Semoga selamat sampai tujuan. Saya ngga bawa oleh-oleh, tapi bawa rindu," tukasnya.
Di lain sisi, berdasarkan informasi tim mudik Disway di Jalan Raya Serang menuju Merak, terdapat sejumlah jalur yang rusak.
Tepatnya di kawasan Cikupa arah Tigaraksa. Banyak jalanan berlubang yang kedalamannya cukup parah.
BACA JUGA:Pasar Senen Masih Padat H-2 Lebaran, Pemudik Lebih Suka Pilih Berangkat Malam
Selain itu, kontur jalan yang tidak rata juga membuat pengendara sesekali mengurangi kecepatannya.
Pemudik diimbau untuk tetap waspada, jika berkendara di waktu malam. Karena jalan yang berlubang itu sering kali tak kasat mata.