Ada Dua Gelombang Arus Balik Bakal Kepung Kampung Rambutan, 180 Bus Disiagakan per Hari

Ada Dua Gelombang Arus Balik Bakal Kepung Kampung Rambutan, 180 Bus Disiagakan per Hari

Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain-Dimas Rafi -

JAKARTA, DISWAY.ID-- Usai gelombang keberangkatan mudik melandai, Terminal Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Kampung Rambutan kini mulai memasang kuda-kuda menyambut kepulangan para pemudik.

Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain, memproyeksikan ledakan arus balik di Jakarta Timur akan terbagi dalam dua gelombang besar.

Kepada awak media, Revi menjelaskan bahwa pergerakan penumpang yang kembali dari kampung halaman di Jawa maupun Sumatera diperkirakan akan mencapai titik tertinggi pada pertengahan dan akhir pekan depan.

BACA JUGA:Berangkatkan 1.496 Peserta, KESDM Bersama PLN dan BUMN Energi Fasilitasi Mudik Gratis ke 20 Rute Tujuan

"Puncak arus balik di Terminal Kampung Rambutan kemungkinan besar terjadi pada Rabu, 25 Maret 2026, dan gelombang kedua pada Minggu, 29 Maret 2026," jelas Revi saat ditemui di lokasi, Jumat (20/3).

Menghadapi ribuan warga yang akan kembali ke ibu kota, pihak terminal telah menyiapkan skenario pelayanan prima.

Sebanyak 150 hingga 180 bus disiagakan setiap harinya untuk memastikan mobilisasi penumpang dari berbagai daerah tetap lancar.

Kesiapan Fasilitas Terminal:

  • Tiga Posko Utama: Tersedia Posko Pelayanan, Posko Kesehatan, dan titik Ramp Check untuk memastikan kelaikan armada.
  • Fasilitas Penunjang: Optimalisasi toilet bersih dan musala sebagai tempat istirahat sementara bagi pemudik yang menunggu jemputan.
  • Personel Pengamanan: Penyiagaan petugas di titik-titik krusial guna menjamin keamanan dari potensi tindak kriminal.

Berdasarkan pantauan lapangan pada Kamis (19/3) hingga Jumat (20/3), suasana di Terminal Kampung Rambutan terpantau sangat lengang.

BACA JUGA:Pemudik Turun Tajam Jelang Lebaran, Terminal Kampung Rambutan Terlihat Lengang

Deretan kursi tunggu tampak tidak berpenghuni, kontras dengan keriuhan yang terjadi beberapa hari lalu.

Hanya terlihat segelintir penumpang yang menanti keberangkatan, sementara deretan bus AKAP lebih banyak terparkir menunggu jadwal.

Para sopir dan kernet pun terlihat lebih santai di sela-sela jadwal keberangkatan yang sedang menurun drastis pasca-puncak mudik.

Meski saat ini kondisi melandai, data pengelola mencatat rekor keberangkatan yang cukup signifikan pada Rabu (18/3) lalu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait