Mengintai Nyawa Tanpa Gejala, Ini Bahaya Gangguan pada Aorta Jantung

Jumat 20-03-2026,17:08 WIB
Reporter : Marieska Harya Virdhani
Editor : Marieska Harya Virdhani

JAKARTA, DISWAY.ID - Selain serangan jantung, ada kondisi lain yang tak kalah berbahaya, yaitu gangguan pada aorta.

Aorta adalah pembuluh darah terbesar yang membawa darah kaya oksigen dari jantung ke seluruh tubuh.

Ketika pembuluh utama ini mengalami gangguan, aliran darah ke organ-organ vital seperti otak, hati, dan ginjal dapat terganggu, sehingga berpotensi menyebabkan kondisi serius yang mengancam nyawa.

Sayangnya, gangguan pada aorta sering kali tidak menimbulkan gejala, sehingga kerap luput dari perhatian hingga kondisinya menjadi serius dan membahayakan tubuh.

BACA JUGA:Tak Hanya Soal Tindakan, Kesehatan Jantung Butuh Perawatan Terintegrasi

Hal tersebut juga dikonfirmasi oleh Dr. dr. Yan Efrata Sembiring, Sp.B., SpBTKV(K) – VE dari Mayapada Hospital Surabaya.

“Aorta ibarat sebuah pipa utama distribusi air di rumah. Jika pipa utamanya bermasalah, seluruh sistem bisa ikut terganggu. Agar bisa berfungsi dengan baik, aorta harus kuat dan elastis untuk menahan tekanan setiap kali jantung berdetak,” ungkap dr. Yan.  

Namun, ada berbagai faktor yang dapat melemahkan kondisi aorta dan memicu terjadinya gangguan, mulai dari tekanan darah tinggi, kebiasaan merokok, pola makan tinggi kolesterol, diabetes, hingga faktor usia dan genetik.

“Faktor penyebab yang paling sering ditemukan adalah tekanan darah tinggi (hipertensi) yang tidak terkontrol. Kondisi ini dapat membuat dinding aorta melemah karena terus-menerus menerima tekanan yang tinggi,” terang dr. Yan.

BACA JUGA:Nyeri Dada Tiba-Tiba? Waspada, Bisa Jadi Tanda Aorta Jantung Bermasalah

Gangguan pada aorta dapat berupa aneurisma aorta, yaitu pelemahan dinding aorta yang membuatnya menonjol seperti balon dan berisiko pecah hingga menyebabkan perdarahan hebat yang mengancam nyawa.

Aneurisma dapat terjadi di dada maupun perut dan sering kali tidak menimbulkan gejala hingga ukurannya membesar.

“Banyak pasien tidak merasakan keluhan apa pun dan baru datang ke IGD saat pembuluhnya sudah pecah,” ujar dr. Yan.

Kedua, diseksi aorta yaitu, kondisi saat lapisan dalam dinding aorta robek sehingga darah masuk ke celah robekan dan memisahkan lapisan dinding pembuluh darah.

Kondisi ini dapat disertai gejala nyeri dada atau punggung yang hebat dan terasa seperti disobek. Karena itu, diseksi aorta termasuk kegawatdaruratan medis yang harus ditangani dengan cepat dan tepat. 

Kategori :