Tak Hanya Soal Tindakan, Kesehatan Jantung Butuh Perawatan Terintegrasi
Penyakit jantung tidak hanya memengaruhi organ jantung, tetapi juga kualitas hidup dan produktivitas sehari-hari-Dok.Mayapada-
JAKARTA, DISWAY.ID -- Penyakit jantung tidak hanya memengaruhi organ jantung, tetapi juga kualitas hidup dan produktivitas sehari-hari.
Kondisi ini sering terkait dengan gaya hidup, diabetes, hipertensi, dan kesehatan secara keseluruhan.
Untuk itu, dibutuhkan pendekatan perawatan yang menyeluruh dan terkoordinasi sejak awal, termasuk pendampingan selama pemulihan agar pasien dapat kembali beraktivitas dengan baik.
BACA JUGA:Hari Air Sedunia Tepat di Bulan Ramadan: Konsumsi Naik, Akses Air Minum Aman Masih Terbatas
BACA JUGA:Kebut Eliminasi Tuberkulosis di Indonesia, Kalbe Donasikan 65.000 Tes Reagen PCR
Pendekatan jantung terintegrasi memastikan setiap pasien mendapatkan layanan yang tepat sejak deteksi dini hingga pemulihan optimal.
Sebagaimana dijelaskan Dr. dr. Yan Efrata Sembiring, Sp.B., SpBTKV(K) - VE di Mayapada Hospital Surabaya, “Penyakit jantung umumnya tidak berdiri sendiri karena sering berkaitan dengan komorbid seperti hipertensi, diabetes, maupun gangguan pembuluh darah.”
“Karena itu, evaluasi pasien perlu dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya pada jantung, agar terapi yang diberikan lebih tepat dan risiko komplikasi dapat ditekan sejak dini,” jelasnya.
Melalui sistem perawatan jantung terintegrasi, pasien menjalani tahapan layanan yang terstruktur sejak diagnosis hingga masa pemulihan.
Pendekatan ini memungkinkan tim medis menetapkan diagnosis secara tepat, memberikan terapi yang sesuai dengan kebutuhan pasien, serta memastikan pemantauan berlangsung secara optimal.
BACA JUGA:Kasus Rawat Inap DBD Tembus 1 Juta, Indonesia Bentuk Aliansi Besar Perangi Dengue
BACA JUGA:Musim Pancaroba, Vicks Kenalkan Baby Balm untuk Bantu Kenyamanan Bayi
Pendekatan ini juga melibatkan kolaborasi tim multidisiplin, mulai dari dokter spesialis jantung, dokter bedah jantung dan pembuluh darah, dokter penyakit dalam, radiologi, rehabilitasi medis, hingga perawat dan tenaga penunjang.
Ia menambahkan, melalui kolaborasi ini, tim dapat memahami kondisi pasien secara menyeluruh dan menentukan rencana perawatan yang paling sesuai.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: