Masalah pada Aorta Jantung Bisa Bahayakan Nyawa, Deteksi Sejak Dini
Banyak orang merasa kondisi jantungnya baik-baik saja karena tidak pernah merasakan nyeri dada atau sesak napas-Dok.Mayapada Hospital-
JAKARTA, DISWAY.ID -- Banyak orang merasa kondisi jantungnya baik-baik saja karena tidak pernah merasakan nyeri dada atau sesak napas.
Padahal, beberapa gangguan pada jantung dan pembuluh darah dapat berkembang tanpa gejala yang jelas.
Salah satunya adalah masalah pada aorta, yaitu pembuluh darah terbesar yang menyalurkan darah dari jantung ke seluruh tubuh.
BACA JUGA:PET-CT dan SPECT-CT Hadir di Mayapada Hospital, Buka Era Baru Deteksi Kanker Dini Lebih Akurat
Aorta berperan penting dalam menjaga aliran darah ke organ vital seperti otak, ginjal, dan organ lainnya.
Namun, jika terjadi pelebaran pembuluh darah (aneurisma) atau robekan pada dinding aorta (diseksi), kondisi tersebut dapat menimbulkan komplikasi serius, mulai dari pecahnya aorta hingga terganggunya aliran darah ke seluruh tubuh. Kedua kondisi ini merupakan keadaan darurat medis yang dapat mengancam nyawa.
Menurut Dr. dr. Saskia Dyah Handari, SpJP(K), FESC, FAsCC, FASE, FIHA di Mayapada Hospital Surabaya, banyak kelainan pada aorta berkembang tanpa gejala sehingga sering kali baru terdeteksi ketika sudah berada pada tahap yang lebih serius.
“Pemeriksaan pencitraan jantung saat ini tidak hanya berfungsi untuk menilai kinerja pompa jantung, tetapi juga mengevaluasi struktur pembuluh darah besar seperti aorta. Oleh karena itu, skrining jantung menjadi langkah penting untuk membantu mendeteksi kelainan sejak dini,” jelasnya.
Skrining dianjurkan bagi mereka yang berusia di atas 60 tahun, memiliki hipertensi, kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, atau riwayat penyakit aorta dalam keluarga.
Pada pria usia lanjut yang pernah merokok, pemeriksaan aneurisma aorta abdominal juga direkomendasikan karena risikonya lebih tinggi.
BACA JUGA:Mayapada Hospital Perkuat Layanan Kanker, PET-CT dan SPECT-CT Jadi Andalan Diagnosis
Pemeriksaan umumnya dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan pasien.
Salah satu langkah awal adalah USG perut untuk mendeteksi aneurisma aorta abdominal karena prosedurnya cepat dan tidak menggunakan radiasi.
Selanjutnya, ekokardiografi digunakan untuk menilai bagian awal aorta yang berada dekat dengan jantung sekaligus mengevaluasi fungsi jantung secara keseluruhan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: