Diskon Listrik Ditiadakan, Airlangga Optimis Ekonomi RI Tumbuh 5,5 Persen

Minggu 22-03-2026,20:15 WIB
Reporter : Bianca Khairunnisa
Editor : Fandi Permana

JAKARTA, DISWAY.ID – Kabar kurang menyenangkan datang dari kebijakan pemerintah tahun 2026.

Diskon tarif listrik yang sempat diberikan tahun lalu kini resmi ditiadakan. 

BACA JUGA:Rekomendasi Wisata Alam di Lampung, Seru Main Air di Lembah Hijau Sambil Mengenal Satwa

BACA JUGA:Lirik Lagu Body to Body - BTS dan Terjemahan Bahasa Indonesia, Diambil dari Sampel Lagu Tradisional Korea

Alhasil, terkini, potensi akan kenaikan inflasi pun ikut mengintai masyarakat Indonesia.

Kendati begitu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tetap optimistis. Ia yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bisa mencapai 5,5 persen, terutama didorong oleh meningkatnya aktivitas masyarakat selama Ramadan dan Lebaran.

Airlangga menjelaskan bahwa pada tahun sebelumnya, inflasi sempat tertahan karena adanya diskon tarif listrik hingga 50 persen. Program tersebut membuat komponen listrik mengalami penurunan harga.

Namun di 2026, kebijakan itu tidak lagi berlaku.

BACA JUGA:Pulang Kampung Lebih Tenang Ikut Mudik Gratis PLN, Simak Pengalaman Pemudik!

BACA JUGA:Kakorlantas Polri: Manfaatkan WFA, Hindari Puncak Arus Balik

“Tahun ini tidak ada (diskon listrik), berarti angkanya akan lebih tinggi,” ujar Airlangga kepada Disway dan media lainnya secara daring, pada Minggu (22/03).

Artinya, tanpa subsidi tersebut, pengeluaran masyarakat untuk listrik kembali normal dan berdampak pada kenaikan inflasi dibanding tahun lalu.  

Walau ada tekanan inflasi, pemerintah tetap percaya diri terhadap kondisi ekonomi nasional. Menurut Airlangga, momen Ramadan dan Lebaran menjadi faktor penting yang mendorong konsumsi masyarakat.

“Target 5,5 persen bisa dicapai dari geliat selama Ramadhan,” katanya.  

BACA JUGA:One Way Nasional Dilepas 24 Maret 2026, Puncak Arus Balik Terjadi Dua Gelombang

Kategori :