JAKARTA, DISWAY.ID -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia mencatat tingginya angka kecelakaan selama arus mudik Lebaran 2026.
Berdasarkan data pelayanan kesehatan hingga 23 Maret 2026, total terjadi 1.975 kecelakaan di berbagai jalur transportasi di Indonesia.
Mayoritas kecelakaan terjadi di jalur darat dengan 1.966 kasus.
BACA JUGA:Update Prakiraan Cuaca Jakarta Hari ini 25 Maret 2026, Awas Turun Hujan!
BACA JUGA:Bagaimana Aturan WFA Setelah Libur Lebaran 2026 bagi Karyawan Swasta? Ini Penjelasan Kemnaker
Selain itu, tercatat 7 kecelakaan laut dan 2 insiden tenggelam, sementara tidak ada kejadian di transportasi udara.
Dari total kecelakaan tersebut, sebanyak 58 orang dilaporkan meninggal dunia.
Sementara itu, 1.113 korban mendapatkan penanganan di pos kesehatan, dan 795 lainnya dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan.
Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, menegaskan bahwa kondisi kesehatan pengemudi menjadi faktor penting dalam tingginya angka kecelakaan.
Menurutnya, banyak pengemudi yang tidak layak berkendara karena mengalami tekanan darah tinggi atau Hipertensi.
BACA JUGA:BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Saat Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daftar Wilayah Perlu Diwaspadai
BACA JUGA:Sudah Bawa Tali, Paspampres Gagalkan Aksi Percobaan Bunuh Diri Wanita Muda di Depan Istana
Kondisi ini berisiko memicu gangguan konsentrasi hingga kecelakaan di perjalanan.
Layanan Kesehatan untuk Pemudik
Selama periode 13 hingga 23 Maret 2026, Kemenkes telah memberikan layanan kesehatan kepada 28.696 pemudik.