JAKARTA, DISWAY.ID -- Kepergian Mohamed Salah dari Liverpool tidak hanya menandai berakhirnya era emas di Anfield, tetapi juga meninggalkan dampak besar bagi Premier League.
Salah dianggap sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah kompetisi, bahkan dinilai memiliki warisan yang lebih besar dibanding Cristiano Ronaldo.
Perdebatan mengenai siapa pemain terbaik di Premier League selalu melibatkan nama-nama besar seperti Thierry Henry, Cristiano Ronaldo, hingga Eden Hazard.
BACA JUGA:Mohamed Salah Resmi Tinggalkan Liverpool Musim Panas 2026, Akhir Era Sang Raja Anfield
BACA JUGA:Arne Slot Ubah Gaya Liverpool, Hasilnya Bumerang: Intensitas Era Klopp Mulai Hilang
Namun, jika dilihat dari konsistensi performa musim demi musim, Salah tampil sangat menonjol.
Berbeda dengan Ronaldo yang mencapai puncak kariernya bersama Real Madrid, Salah justru menghabiskan masa keemasannya di Premier League bersama Liverpool.
Hal ini membuat kontribusinya terasa lebih nyata dalam konteks sepak bola Inggris.
Salah tidak hanya unggul dalam statistik, tetapi juga membawa perubahan besar dalam taktik permainan.
Ia menjadi simbol evolusi peran pemain sayap modern, bukan sekadar pemberi umpan, tetapi juga mesin gol utama.
BACA JUGA:2 Pemain Chelsea Diincar Rival Premier League, Newcastle United Bakal Rekrut Transfer Ganda
BACA JUGA:Chelsea Krisis! Rooney Sebut Joao Pedro Tak Layak Bela The Blues: Kurang Banget
Di bawah arahan Jurgen Klopp, Salah berkembang menjadi penyerang yang produktif dengan insting mencetak gol yang tajam.
Perannya bahkan sering dikaitkan dengan revolusi taktik yang juga dipopulerkan oleh Pep Guardiola.
Salah juga dikenal karena daya tahan fisiknya yang luar biasa.