Kronologi Kebocoran Data Fans Ajax, dari Celah Sistem hingga Risiko Manipulasi Tiket

Kamis 26-03-2026,07:12 WIB
Reporter : Risto Risanto
Editor : Risto Risanto

JAKARTA, DISWAY.ID - Klub raksasa Belanda, Ajax Amsterdam mengalami masalah adanya insiden kebocoran data yang berdampak pada ratusan ribu pendukungnya.

Dalam keterangan resmi, Ajax mengungkap bahwa sistem teknologi informasi (TI) mereka sempat diakses secara ilegal oleh pihak tak bertanggung jawab.

Insiden ini memicu kekhawatiran terkait keamanan data pribadi (PII) para fans.

BACA JUGA:Dari De Toekomst ke Banten, Jejak Ivar Jenner yang Jebolan Ajax Kini Jadi Jenderal Dewa United

Lebih dari 300.000 Data Penggemar Terdampak

Berdasarkan laporan awal, pelanggaran keamanan ini berpotensi memengaruhi lebih dari 300.000 data penggemar.

Meski begitu, pihak klub menyebutkan bahwa hanya sebagian kecil data yang benar-benar sempat diakses.

Ajax menjelaskan, sekitar beberapa ratus alamat email diketahui sempat terlihat oleh pelaku.

Selain itu, data sensitif milik kurang dari 20 individu yang masuk daftar larangan stadion juga turut terdampak.

Investigasi internal yang dilakukan bersama pakar keamanan siber eksternal menemukan adanya celah pada sistem yang dimanfaatkan oleh peretas.

Celah tersebut kini telah ditutup. Ajax juga mengklaim telah memperkuat sistem keamanan mereka guna mencegah insiden serupa terjadi di masa depan.

Tak hanya itu, klub juga telah mengambil langkah cepat dengan:

  • Memberi notifikasi kepada pengguna terdampak
  • Mengingatkan fans untuk waspada terhadap email mencurigakan
  • Mengimbau agar tidak sembarangan mengklik tautan atau membuka lampiran

BACA JUGA:Terungkap, Maarten Paes Tolak Pinangan Feyenoord Demi Gabung Ajax Amsterdam

Potensi Risiko Lebih Besar Terungkap

Media Belanda, RTL Nieuws, yang pertama kali membongkar kasus ini, mengungkap temuan dari seorang peretas etis.

Menurutnya, celah keamanan yang ada tidak hanya memungkinkan akses data pribadi, tetapi juga membuka peluang manipulasi akun pengguna.

Beberapa risiko yang teridentifikasi antara lain:

  • Transfer tiket pertandingan atau tiket musiman ke pihak lain
  • Perubahan atau penghapusan status larangan masuk stadion
  • Akses ke data sensitif melalui API internal
Kategori :