JAKARTA, DISWAY.ID-- Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman seiring berlangsungnya panen raya padi di berbagai wilayah Indonesia pada akhir Maret 2026.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa produksi pangan nasional saat ini mampu menjamin kecukupan stok.
BACA JUGA:Max Verstappen dan RB22 Belum Klik Juga di Jepang, Ada Apa Redbull?
Kementan mencatat posisi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog telah mencapai lebih dari 4 juta ton dan diproyeksikan meningkat hingga mendekati 5 juta ton dalam waktu dekat. Capaian ini semakin memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Ketersediaan pangan kita sangat aman. Total stok beras nasional cukup untuk 324 hari ke depan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Mentan Amran dalam siaran pers yang diterima pada Jumat (27/3/2026).
Momentum panen raya yang terjadi secara serentak di sejumlah daerah turut menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri, sehingga tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan.
BACA JUGA:SPPG Angkat Suara: Efisiensi Rp40 T Bikin Operasional Dihentikan Saat Libur
Kondisi tersebut tercermin di berbagai sentra produksi. Di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, panen padi dilakukan di Desa Mulawarman, Kecamatan Tenggarong Seberang, sebagai bagian dari Program Ketahanan Pangan berbasis desa yang melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan kelompok tani.
Program tersebut mengelola lahan seluas 350 hektar dengan melibatkan 350 petani, di mana sebagian lahan telah memasuki fase produktif.
Model kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDes, kelompok tani, dan sektor swasta ini menjadi contoh penguatan produksi pangan berbasis wilayah.
BACA JUGA:Babak Baru Arai Agaska, Siap Geber Yamaha R7 di World Sportbike 2026
Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, menyampaikan bahwa keberhasilan panen ini merupakan bagian dari transformasi ekonomi daerah menuju penguatan sektor pertanian.
“Panen hari ini adalah bukti nyata komitmen kita menjadikan Kutai Kartanegara sebagai lumbung pangan Kalimantan Timur. Saat ini kita memiliki 13.000 hektar lahan padi sawah produktif. Fokus ke depan adalah meningkatkan produktivitas dari 5 ton menjadi 6 ton per hektar melalui ekstensifikasi dan mekanisasi,” ujar Bupati Aulia, Rabu (25/3/2026)
Sejalan dengan itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Yudi Sastro, menegaskan pentingnya peningkatan luas tambah tanam dan produktivitas sebagai strategi menjaga keberlanjutan produksi.
BACA JUGA:BI Catat Pertumbuhan Positif, Likuiditas Nasional Tembus Rp 10.000 Triliun