Sistem ini memungkinkan pengawasan real-time terhadap pengadaan dan inventori.
BACA JUGA:Promo JSM Superindo Terbaru Minggu Ini 27-29 Maret 2026, Minyak Goreng 2L Mulai Rp34 Ribuan
“Teknologi ini bukan sekadar alat, melainkan cara baru untuk menutup celah kebocoran dan meningkatkan akuntabilitas,” ucap Irwan.
Langkah ketiga dan keempat bergerak ke pasar.
Yakni, memperluas ekspor dengan menyesuaikan regulasi tiap negara, sekaligus mendorong penjualan, terutama di segmen suplemen kesehatan yang terus tumbuh.
Sementara langkah kelima terasa paling membumi.
Yakni, mengajak masyarakat ikut memiliki perusahaan melalui kampanye Nabung Saham.
“Ini bukan sekadar strategi bisnis. Ini adalah perubahan cara berpikir,” kata Irwan.
Ia ingin saham tidak lagi dilihat sebagai sesuatu yang rumit dan berisiko.
Tapi, sebagai kebiasaan menabung jangka panjang.
Sebuah edukasi finansial yang, jika berhasil, bukan hanya menguatkan perusahaan, tetapi juga pasar modal Indonesia secara keseluruhan.
Langkah ini mungkin terdengar teknis, tetapi dampaknya besar.
BACA JUGA:Indonesia Jadi Co-Host GSDC 2026, Jakarta Disiapkan sebagai Pusat Keputusan Global SDGs