JAKARTA, DISWAY.ID - Google Research meluncurkan TurboQuant, sebuah algoritma baru untuk kompresi memori pada kecerdasan buatan (AI).
Teknologi ini disebut mampu meningkatkan efisiensi penggunaan memori tanpa menurunkan kinerja sistem.
Munculnya teknologi baru ini menuai candaan di kalangan masyarakat yang menyebut TurboQuant serupa dengan Pied Piper, startup fiktif di serial HBO, Silicon Valley.
BACA JUGA:Apes! Gegara Google Maps Ratusan Mobil Pemudik Nyasar ke Sawah di Sleman
Dalam serial tersebut, Pied Piper adalah perusahaan yang memiliki algoritma kompresi yang mampu mengecilkan ukuran file secara drastis tanpas menghilangkan kualitasnya.
Konsep ini lantas membuat TurboQuant dianggap sebagai Pied Piper dalam dunia nyata.
Namun bedanya, TurboQuant menyasar salah satu penghambat utama (bottleneck) dalam sistem AI modern.
Google mengklaim bahwa teknologi ini mampu membuat AI lebih mudah dijalankan dengan mengurangi memori kerja yang dikenal sebagai cache KV.
BACA JUGA:10 Alternatif Google Play Store yang Wajib Dicoba Pengguna Android
Peneliti Google juga menyebut bahwa TurboQuant mampu menghemat enam kali memori dibandingkan metode tradisional.
Dengan begitu, teknologi ini diklaim mampu mengkompresi memori tanpa menurunkan kualitasnya. Sehingga pengguna bisa mengurangi bottleneck saat pemrosesan AI.
Menarik lainnya, kecerdasan buatan ini juga mempu mengingat lebih banyak informasi dalam waktu singkat.
Pada April 2026, Google berencana mempresentasikan temuan ini di Konferensi ICLR 2026.
BACA JUGA:Cara Pantau Banjir Jakarta Pakai Google Maps Real Time dan Akurat, Bisa Cari Rute Alternatif
Dalam kesempatan itu, Google akan memperlihatkan teknologi yang didukung dua teknik utama yaituPolarQuant dan Quantization-awere Joint Learning atau QJL.