Macet Bergeser dari Jalur Darat ke Selat Sunda

Sabtu 28-03-2026,20:03 WIB
Reporter : A Ferry Setiawan - Banten TV
Editor : Khomsurijal W

CILEGON, DISWAY.ID– Upaya otoritas penyeberangan untuk mengurai kepadatan arus balik Lebaran 1447 Hijriah di Pelabuhan Merak, Banten, dinilai belum menyentuh akar persoalan.

Meski antrean kendaraan di jalur arteri dan tol menuju pelabuhan relatif terkendali, beban kemacetan kini justru berpindah ke perairan, di mana puluhan kapal terpaksa mengapung berjam-jam menunggu giliran sandar.

Pola "memindahkan kemacetan" dari darat ke laut ini menjadi strategi situasional untuk mencegah kelumpuhan total di area dermaga dan jalan raya.

BACA JUGA:Pangdam Jaya Naik Pangkat, Resmi Jenderal Bintang Tiga!

Namun, kebijakan ini berdampak langsung pada kenyamanan penumpang dan beban psikologis kru kapal yang berada di garda terdepan pelayanan.

Kapten Kapal Royce 1, Amir Ansori, mengungkapkan bahwa penahanan kapal di tengah laut (floating) membuat waktu tunggu jemaah atau pemudik di atas kapal membengkak.

Kondisi ini sering kali memicu gesekan emosional antara penumpang yang jenuh dengan kru kapal.

"Setiap musim mudik dan arus balik, kami sering menerima keluhan hingga pelampiasan emosi penumpang karena kapal harus menunggu lama untuk bisa sandar di Pelabuhan Merak," ujar Amir, Sabtu (28/3/2026).

Menurut Amir, kru kapal kerap menjadi sasaran ketidakpuasan penumpang yang tidak memahami prosedur teknis pengaturan sandar.

BACA JUGA:Efisiensi Anggaran, Status PPPK Pekerja SPPG Aman

Padahal, keputusan untuk menahan kapal di laut sepenuhnya berada di bawah kendali otoritas pelabuhan guna menghindari penumpukan kendaraan di kantong parkir dermaga.

Langkah ini memang efektif mencegah kemacetan parah di daratan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat lokal di Cilegon.

Namun, di sisi lain, beban operasional dan risiko keselamatan pelayaran meningkat karena kapal harus tetap dalam posisi siaga di perairan yang terkadang memiliki arus kuat.

"Penahanan kapal di laut memang bertujuan mengurai kepadatan di darat, namun dampaknya kapal harus menunggu jauh lebih lama di perairan sebelum mendapat giliran sandar," tambahnya.

BACA JUGA:Arus Balik Lebaran 2026 Terkendali, One Way Tahap 3 Disiapkan Korlantas

Kategori :