Amsal Sitepu Jelaskan Kronologi Kasus Dugaan Mark Up Video Desa yang Menjeratnya

Senin 30-03-2026,10:54 WIB
Reporter : Anisha Aprilia
Editor : Subroto Dwi Nugroho

JAKARTA, DISWAY.ID -- Amsal Christy Sitepu membeberkan kronologi kasus yang menjeratnya terkait dugaan mark up pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo.

Kasus ini bermula pada masa pandemi Covid-19, ketika banyak pekerja ekonomi kreatif kehilangan pekerjaan akibat lockdown.

Amsal memutuskan untuk membuat video profil desa sebagai bentuk inisiatif kreatif.

BACA JUGA:Kang Cucun Soroti Ancaman Global saat Buka Muscab PKB Tulungagung, Solidaritas Jadi Kunci Utama

BACA JUGA:Sosok Wira Arizona JPU Kabupaten Karo Viral di Threads, Sebut Jasa Editing Video Harusnya Gratis

Singkat cerita, hal itu membuat Amsal berinisiatif membuat video berupa profil desa.

"Jadi karena tidak adanya lagi lapangan pekerjaan itu, Pak, saya punya ide untuk membuat video profil desa di Kabupaten Karo dan saya dan tim membuat proposal yang kami susun dan sebenarnya harganya murah," kata Amsal dalam RDP secara virtual bersama Komisi III DPR RI, Senin, 30 Maret 2026.

Ia mengaku menawarkan proposal senilai Rp30 Juta secara langsung kepada setiap kepala desa.

Pada 2020, sekitar 10 hingga 12 desa menerima tawaran tersebut dan menandatangani perjanjian kerja sama resmi.

Dalam kontrak disebutkan, desa berhak melakukan revisi hingga tiga kali sebelum hasil akhir diserahkan.

"Kami kerjakan dengan alat yang profesional dan keahlian yang profesional, Pak. Semua kami adalah profesional videografer yang mengerjakan ini," tegasnya.

BACA JUGA:Update Informasi Terkini Prakiraan Cuaca Jakarta Senin, 30 Maret 2026: Awas Jaktim dan Jaksel Hujan Deras!

BACA JUGA:Prabowo Bertolak ke Jepang, Fokus Perkuat Kerja Sama Teknologi hingga Pendidikan

Ia menekankan bahwa pembayaran dilakukan setelah pekerjaan selesai.

Setelah pekerjaan selesai, Amsal mengaku menerima pembayaran senilai Rp30 Juta sebagaimana yang tercantum dalam proposal.

Kategori :