JAKARTA, DISWAY.ID -- Warga bantaran rel kereta api di kawasan Senen, Jakarta Pusat, menyatakan kesediaannya untuk direlokasi ke rumah susun (rusun), namun dengan syarat biaya sewa digratiskan secara permanen.
Salah satunya adalah Kuntoro (35) saat ditemui pada Senin, 30 Maret 2026, yang saat ini tinggal di hunian sederhana berukuran sekitar 2x4 meter di dekat rel kereta.
Kondisi tempat tinggalnya sangat terbatas, berdinding triplek dan beratap terpal, serta berada hanya beberapa meter dari jalur kereta yang bising.
BACA JUGA:Guru MTs yang Tebar Tarif Berhubungan Sesama Jenis Kini Dipecat, Pelaku Dikenal Guru Bahasa Inggris
BACA JUGA:Terungkap! Guru MTs Ini Tawarkan Jasa Berhubungan Sesama Jenis di Pamulang saat Warga Beli Bakso
Kuntoro yang mengenakan kaus lusuh sedang duduk di dalam bedeng yang terbuat dari triplek dengan atap terpal berwarna merah dan biru.
Di dalam hunian berukuran sekitar dua kali empat meter yang tampak pengap itu terdapat anak dan istri Kuntoro sedang berbaring di atas kasur tipis.
Di depan bedengnya, rel kereta hanya berjarak beberapa meter.
Suara bising kereta yang melintas hampir tiada jeda, sudah terdengar biasa di telinganya.
Meski kondisinya sangat memprihatinkan, Kuntoro mengaku enggan direlokasi ke Rusun jika hanya digratiskan selama 6 bulan.
BACA JUGA:Dindik Depok Turun Tangan Soal Kasus Guru Viral Tawari Jasa Seksual
BACA JUGA:Ketua DPRD Kota Bekasi Lakukan Agenda Silaturahmi Bersama Forkopimda
"Saya mau dipindah rumah susun yang penting jangan bayar, terus selamanya gitu. Tapi kalau sewa cuma enam bulan gratis doang saya keberatan," kata bapak satu anak tersebut.
Kuntoro mengatakan jika dirinya selama ini tinggal di bedeng bersama putrinya yang masih SD.
Sementara sang Istri, tinggal di rumah majikan tempatnya bekerja di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.